BERITAINVESTIGASINEWS.ID || SAMPANG - Pimpinan Daerah ’Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sampang menggelar sosialisasi pemanfaatan sampah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambelengan 2, sebagai langkah konkret menguatkan kepedulian lingkungan sekaligus memperingati Milad ’Aisyiyah ke-109 Tahun 2026 di Dusun dajaan Barat, Desa Tambelengan, Kecamatan Tambelengan, Kabupaten Sampang - Madura.
Ketua PDA Kabupaten Sampang, Anis Sjafitrie SH, menegaskan keberadaan organisasi yang dipimpinnya sebagai mitra strategis pemerintah yang memiliki fungsi kontrol terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dari aspek kesehatan lingkungan.
Baca Juga: Membedah Etika Lingkungan, Romi Harris Saputra Luncurkan Buku "Common Sense In Action"
"Sebagai mitra pemerintah, 'Aisyiyah berperan aktif memastikan proses produksi program MBG memperhatikan dampak lingkungan, sekaligus memberikan kemanfaatan yang nyata bagi unsur relawan, karyawan dan masyarakat sekitar," katanya.
Lebih lanjut, Anis menguraikan harapannya agar pola pengelolaan limbah di setiap SPPG tidak berhenti pada pembuangan akhir saja, melainkan terus diolah secara kreatif dan berdaya guna tinggi.
Baca Juga: Sinergi Aktivis dan Praktisi Bangkalan Hadirkan Buku Etika Pengolahan Air Limbah
"Kami berharap pemanfaatan sampah dapur MBG ini bisa dikembangkan lebih luas, seperti sampah organik diolah menjadi kompos dan sampah anorganik dimanfaatkan menjadi barang kerajinan," ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PDA Sampang, Vivin, mengapresiasi praktik baik pengolahan limbah yang telah berjalan di SPPG Tambelangan 2 di bawah pimpinan Nur Cholilah.
Baca Juga: HUT Humas Polri Ke-72 Dirayakan Dengan Gerakan Pelestarian Lingkungan
"SPPG Tambelangan 2 menunjukkan kepedulian tinggi terhadap lingkungan dengan konsisten melakukan pemilahan sampah, di mana limbah organiknya dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai pakan ternak," jelasnya.
Rangkaian acara yang mengusung semangat "Hijaukan Bumi, Sehatkan Negeri, Bernilai Ibadah" ini diakhiri dengan aksi nyata pemeliharaan lingkungan, mulai dari gerakan menanam pohon, merawat taman, hingga edukasi pemilahan sampah bagi seluruh peserta.
Editor : Taufik