Hakikat Pelayanan Adalah Pada Kebermanfaatan, Bukan Pada Asfek Keuntungan

Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id, Abiansemal Badung, Bali - Hakikat Pelayanan Adalah Pada Kebermanfaatan, Bukan Pada Asfek Keuntungan. Sebuah pelayanan boleh dikatakan maksimal dan dapat bermanfaat bagi yang dilayani bukanlah hal yang mudah dan gampang dilakukan, namun setiap layanan dioptimalkan semaksimal mungkin tersistem dan masif. Kebermanfaatan yang diperoleh membuahkan hasil baik sipelayan maupun yang dilayani karena pelayanan tersebut murni dengan tulus dari hati, bukan dari sisi mencari keuntungan. Kalau sudut pandangnya keuntungan bukan di instansi pemerintah tapi perusahaan, dengan kata lain melayani secara baik dan benar akan memperoleh keuntungan (tanda kutip, red).

Ketika awak media ini meringankan langkahnya pas kebetulan lewat dan mobiling dan sempatkan sejenak sambangi ketempat aktifitasnya sehari-hari jam kerja di Kantor Kecamatan Abiansemal. Sosok yang ditemui kali ini adalah orang nomor satu pada pemerintahan ditingkat Kecamatan, beliau putra daerah setempat yaitu Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, bertempat diruang kerjanya Jalan Ciung Wanara Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Senin (31/07/2023) siang waktu setempat.

Ida Bagus Putu Mas Arimbawa sebagai putra setempat mulai menjabat selaku Camat di Abiansemal terhitung mulai Januari tahun 2020 hingga sekarang. Didalam kurun waktu sekitar tiga tahun enam bulan berjalan sebagai pemangku pemerintahan di wilayah Kecamatan, suka duka, manis pahit, dan asam garamnya telah dilaluinya semua.

Sukanya yang paling berkesan didalam tugasnya adalah saat mengajak atau mengumpulkan para Kelian Dinas se-Kecamatan Abiansemal yang jumlah seluruhnya sebanyak 126 orang mewakili Banjarnya masing-masing, yang terdiri dari 18 Desa/Kelurahan.

Kelian Dinas adalah perangkat Desa garda paling terdepan, bukan seperti stigma lama dengan julukan yang tak lazim lagi yaitu perangkat Desa paling bawah.

Sejak pertama dilantik sebagai Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa dengan tekad baiknya untuk merubah stigma lama ke stigma baru. Dalam pemerintahan Desa yang sering berhadapan sebagai unjung tombak maju mundurnya suatu Desa bukanlah ada ditangan Kepala Desa atau Lurahnya dan Camat sekalipun. Kelian Dinas yang ada di Banjar tersebut merekalah yang sering berkecamuk dengan masyarakatnya. Segala permasalahan dari hulu yang ada di pedesaan, sebagai garda terdepan Kelian Dinas maju duluan.

Pencapaian pemerintahan yan baik (good goverment) harus diberengi pemimpin yang baik pula, untuk lebih mudah mengontrolnya, dalam hal ini Kepala Desa dan Lurahnya. Kami ini adalah team work yang saling isi satu sama lain. Jabatan hanya suatu kedudukan secara struktur untuk mengambil suatu keputusan atau dengan kata lain Position Maker (pembuat Kebijakan). Dengan demikian tak bisa dipungkiri lagi ada keterkaitan satu sama lain.

Menjadikan suatu perubahan dari apa yang sudah berjalan cukup lama tak lah semudah membalikkan telapak tangan. Dalam kurun waktu lebih kurang 2 bulan setelah duduk dipemerintahan di wilayah Kecamatan Abiansemal, segala aktifitas seperti jarum jam tiba-tiba berhenti seketika saat dilanda pandemi, inilah masa duka yang dirasakan. Bukan hanya pada wilayah Kecamatan kami saja, khususnya Kabupaten Badung yang dilanda, namun se-Provinsi Bali masyarakat tak berdaya dihantam Covid-19. Dua tahun aktifitas kantor tak bergerak sama sekali, segala pekerjaan kantor harus dikerjakan dirumah melalui fasilitas online atau daring. Andalan Kabupaten Badung dalam bentuk pemasokan dana hanya berharap pada pariwisata semata. Pariwisata ditutup PAD Kabupaten Badung pun mulai minus dan harus ikat pinggang yang kencang.

Astungkara, kini pandemi sudah beranjak pergi. Atas kepergiannya bukan berarti hilang samasekali, walaupun ia pergi tapi tak jauh dari sekeliling kita hidup berdampingan, maka dari itu jagalah kesehatan. Pencegahan lebih baik daripada menyembuhkan. Kami selalu mengimbau agar masyarakat taat dan patuh dengan anjuran pemerintah, cucilah tangan, pakaian masker ditempat-tempat kerumunan orang ramai, ujar Camat Abiasemal.

Lebih lanjut, Camat Abiansemal sampaikan bahwa kebangkitan perekonomian di era endemi berangsur-angsur membaik dan hampir rata-rata mulai meningkatnya kedatangan tamu mancanegara ke Bali. Pariwisata yang dulunya mati suri kini mulai hidup kembali setelah diselenggarakan event internasional yakni G20. Event G20 inilah yang membuat negara luar percaya akan bagaimana pemerintahan Indonesia dalam penanganan Covid-19 dan diakui oleh dunia luar yang mana Indonesia telah bebas dari ancaman pandemi.

"Puji syukur terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa atas jerih payah dan kerja keras semua pihak, maka dari masa pandemi beralih kepada masa endemi dan era baru Bali. Dibalik itu semua ada hikmahnya yang dapat dipetik demi masa depan bangsa dan negara," sambung Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Mas Arimbawa kepada media ini dan sekaligus mengakhiri perbincangan kami.

(JULIESPASH)

Editor : Redaksi

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru