Beritainvestigasinews.id, KUTA BADUNG, BALI, Dalam upaya memperkuat sinergitas dan meningkatkan pemahaman tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali menggelar kegiatan edukasi pencegahan pelanggaran HKI untuk pelaku usaha di wilayah dengan mengusung tema "Melalui Edukasi dan Promosi Kita Tingkatkan Sinergisitas Aparat Penegak Hukum, Pemerintah dan Masyarakat dalam Pencegahan Pelanggaran Kekayaan Intelektual di Provinsi Bali", Rabu (17/4/2024) di Swiss-Belhotel Tuban, Jalan Kubu Anyar No. 31, Tuban, Kuta, Badung, Bali.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali yang diwakili oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Alexander Palti dalam sambutannya menyampaikan bahwa HKI memegang peranan penting dalam mendorong kemajuan ekonomi, khususnya bagi para pelaku usaha. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi HKI kepada masyarakat, termasuk pelaku usaha, menjadi langkah krusial.
Baca juga: Seleksi CPNS Tahap SKB, Mamur Saputra: "Berikan Yang Terbaik dan Jaga Integritas"
Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu upaya preventif pemerintah dalam mencegah tindak pidana di bidang HKI, ujar Alexander Palti.
[caption id="attachment_41867" align="aligncenter" width="720"]
||FOTO: Pencegahan Pelanggaran HKI, palti mengajak untuk merenungkan prinsip-prinsip etis praktik bisnis.[/caption]
Palti berharap melalui edukasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para pelaku usaha tentang pentingnya Pencegahan Pelanggaran HKI serta mengajak untuk merenungkan prinsip-prinsip etis dalam praktik bisnis mereka. Selain itu dapat membuka ruang untuk dialog dan diskusi yang berkelanjutan tentang bagaimana kita semua dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan bisnis yang lebih adil, berintegritas, dan menghormati nilai-nilai budaya dan tradisi setempat.
"Dengan kita berkomitmen untuk mencegah pelanggaran Kekayaan Intelektual, kita juga membuka pintu untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dalam industri kreatif," ungkap Palti.
Baca juga: Dongkrak Ekonomi Buleleng, FGD Kemenkumham Bali Sumbang Gagasan Ranperda
Kegiatan edukasi ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari perwakilan Sentra KI, Kepolisian Kabupaten/Kota di Wilayah Provinsi Bali, dan Pengelola Pusat Perbelanjaan.
[caption id="attachment_41868" align="aligncenter" width="720"]
||FOTO: Para APH, Pemerintah dan Masyarakat pengusaha, berfoto bersama usainya edukasi dan sosialisasi HKI.[/caption]
Narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Cecep Sarip Hidayat, Subkoordinator Pencegahan Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Prof Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKAR, MHum, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, dan Ida Ayu Nyoman Candrawati, SH, MPar, Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata Provinsi Bali.
Baca juga: Pramella Paparkan Pengawasan Orang Asing kepada Kunkerlap Universitas Wijaya Kusuma
Diharapkan dengan kegiatan edukasi ini, para pelaku usaha di Bali dapat lebih memahami tentang HKI dan dapat menjaga hak-hak intelektualnya dengan baik. Selain itu, sinergitas antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat dalam mencegah pelanggaran HKI di Provinsi Bali juga diharapkan semakin kuat.
(JULIESPASH)
Editor : Juli Kaperwil Bali