Beritainvestigasinews.id. Sulut,-Mendung yang menyelimuti langit Kota Manado tiba-tiba disambut hiruk-pikuk puluhan massa yang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (22/5/2025) siang. Massa bertindak anarkis, mendorong dan menendang barikade petugas, serta melempar botol air mineral ke arah aparat. Bahkan, aksi sempat memanas dengan pembakaran ban di depan gedung wakil rakyat tersebut.
Melihat situasi memanas, petugas keamanan yang telah bersiaga segera bertindak tegas untuk mengamankan lokasi. Namun ternyata, seluruh rangkaian ini adalah bagian dari simulasi penanganan aksi massa demo yang digelar oleh Polresta Manado sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kerusuhan di masa mendatang.
“Ini adalah giat simulasi penanganan terhadap aksi massa demo sebagai antisipasi ketika ada aksi yang tiba-tiba masuk menyerang kantor DPRD Sulut,” jelas Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Sirait di sela kegiatan.
Baca juga: SPBU Kairagi Diselimuti Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi, CCTV dan Data Transaksi Diminta Dibuka
Menurut Julianto, Kantor DPRD Sulut dipilih sebagai lokasi simulasi karena sering menjadi titik kumpul masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. “Simulasi ini sebagai tindakan pengamanan untuk melayani masyarakat dalam melaksanakan aksi unjuk rasa secara aman dan tertib,” tambahnya.
Baca juga: Diduga Jadi Surga Mafia Solar, SPBU 74.952.11 Kairagi Disorot, Warga Desak Audit Total
Dari pantauan di lapangan, sebanyak 490 personel gabungan diterjunkan dalam simulasi ini. Pihak Sekretariat DPRD Sulut, di bawah pimpinan Sekretaris DPRD Niklas W. Silangen, juga turut memfasilitasi dan mendukung penuh kelancaran kegiatan simulasi tersebut.
Editor : Romeo