Beritainvestigasinews.id. Sulut,-Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Utara, Evans Steven Liow S.Sos., MM., mengimbau Hendra Jacob dan James Tuuk untuk lebih santun dalam menyampaikan pendapat di media sosial maupun melalui keterangan kepada pers, khususnya terkait kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur.
Imbauan ini disampaikan Liow sebagai respons atas pernyataan dan kritik tajam yang kerap dilontarkan oleh keduanya terhadap kebijakan pemerintah provinsi. Hendra Jacob diketahui merupakan mantan anggota Timsus Polda Sulut berpangkat Brigadir yang telah diberhentikan dari kepolisian, sementara James Tuuk adalah mantan anggota DPRD Sulut yang tidak terpilih kembali pada periode berikutnya.
Baca juga: 65 Tahun Bank SulutGo, Dari Torang Pe Bank Menjadi Pilar Penggerak Ekonomi Sulut dan Gorontalo
“Keduanya harus belajar dan cari tahu banyak tentang tugas Kominfo itu seperti apa. Jangan asal ngomong saja,” tegas Liow.
Terkait polemik soal Koperasi Pertambangan, Liow menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari kebijakan resmi pemerintah provinsi, yang juga termuat dalam visi dan misi kepala daerah. Koperasi Pertambangan, menurutnya, menjadi solusi dalam pengelolaan wilayah pertambangan rakyat secara terorganisir dan sesuai peraturan.
“Ini adalah kebijakan Pemerintah Sulawesi Utara dan bahkan telah dituangkan dalam kebijakan daerah. Karena itu saya perlu menyampaikan ini secara terbuka kepada masyarakat se-Sulawesi Utara,” ucapnya.
Baca juga: MBG Mandek di Manado, Ribuan Siswa Tak Terima Makanan Bergizi: Ke Mana Aliran Anggarannya?
Lebih lanjut, Liow menegaskan pentingnya menjaga tata kelola komunikasi publik dengan baik, termasuk dalam menerapkan prinsip etika dalam berpendapat di media. Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang Pers telah mengatur batasan serta etika berpendapat agar tidak mengarah pada serangan pribadi atau pembunuhan karakter terhadap pejabat publik.
“Saya ingatkan, seandainya James Tuuk dan Hendra Jacob merasa orang terbersih dan paling benar, silakan menghakimi saya. Tapi kalau posisi dibalik, apakah itu patut?” ujarnya.
Sebagai juru bicara Gubernur Sulawesi Utara, Liow mengaku tidak pernah menggunakan posisinya dengan sewenang-wenang. Ia menegaskan selalu menjaga keseimbangan dan objektivitas dalam menyikapi kritik terhadap pemerintah.
“Kalau ada yang kritik pemerintah, saya tidak langsung klarifikasi apalagi menekan wartawan untuk menghapus berita. Kita harus menguji informasi secara objektif agar tidak melanggar keterbukaan informasi publik dan kemerdekaan pers,” pungkasnya.
Editor : Kaperwil Sulut Romeo