Kerja Sama Dinkes Sampang dan Project HOPE Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Reporter : Taufik

Beritainvestigasinews.id _ Sampang - Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Sampang, sukses menurunkan angka Kematian ibu (AKI) hamil dan angka Kematian bayi (AKB) selama tiga tahun terakhir.

Hal ini sampaikan Kepala Dinkes KB Sampang, dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, usai menggelar rapat evaluasi hasil kerjasama dengan Yayasan Project HOPE selama tiga tahun terakhir, 2023-2024 & 2025.

Baca juga: Dinkes Sampang Temukan 90 Kasus Campak, Tiga Puskesmas Jadi Atensi Khusus

Disampaikan dr. Dwi Herlinda Lusi Harini, tercatat tahun 2021 dengan 25 kasus, menurun menjadi 10 kasus di tahun 2024. Sementara itu, kematian bayi baru lahir masih menjadi tantangan, dengan 86 kasus pada 2020 dan 38 kasus pada Januari–Mei 2025.

Dijelaskan Lusi, Penyebab utama kematian ibu meliputi perdarahan, preeklamsia, hipertensi, infeksi, dan penyakit jantung. Angka-angka ini menjadi dasar urgensi penyusunan kebijakan yang lebih terarah dan responsif.

Untuk itu, hasil kerjasama dengan Yayasan Project HOPE selama ini akan banyak manfaat, selain penguatan Ilmu medis, juga khususnya dalam menekan AKI dan AKB kedepan.

Baca juga: Pengusulan PPPK Paruh Waktu 2024, Simak Ketentuan dan Berkas yang Diperlukan

Salah satu upaya signifikan dari program ESLAB adalah pelatihan GADAR MADNEO (Kegawat daruratan Maternal Neonatal) kepada 2.251 kaderdan 2.527 tenaga kesehatan, yang terdiri dari dokter umum, bidan, dan perawat di 22 Puskesmas, 4 rumah sakit, dan 2 klinik swasta.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, dengan skor praktik naik dari 73,74 ke 78,79. Hal ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan agar kompetensi tetap terjaga.

Sebagai penutup hasil kerjasama dalam program Expanding Saving Lives at Birth (ESLAB), Yayasan Project HOPE memberikan Policy Brief Strategis kepada Dinkes KB dan Pemkab Sampang secara simbolis.

Baca juga: DPP AMI ; Diduga Ketidak Profesional dan Kebobrokan Kinerja Dinas Kesehatan Lamongan Mengakibatkan Banyaknya Kosmetik Tanpa Ijin Edar BPOM

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Asisten 1 Sudarmanto, S.Sos., M.H., Sekretaris Bappeda Litbang, Sutrisno, S.Pd., M.Si., dan Humas Dinkes KB, Siti Hajar Dewantari, serta Program Manager Yayasan Project HOPE, Dr. Turut Dwi P., dan Projek Koordinator
Flora Theodora P, serta Humas Trisanti Rondonuwu, serta Admin Septia Rahma Lina.

Sementara Agus Mulyadi, S.KM, M.Kes Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat menyampaikan: “Rekomendasi ini menjadi alat advokasi untuk peningkatan anggaran kepada aset yang tidak kelihatan seperti pelatihan, sehingga target RPJMD dapat tercapai.

Editor : Taufik

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru