Beritainvestigasinews.id || Sampang - RSUD Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang sukses menggelar kompetisi medis bergengsi berskala regional bertajuk "Competisi Code Blue". Ajang ini menjadi sorotan utama bagi praktisi kesehatan di Jawa Timur karena menjadi wadah pengujian ketangkasan dan profesionalisme dalam menangani situasi kegawatdaruratan medis yang sangat krusial bagi keselamatan pasien.
Memasuki fase paling menentukan, panitia telah resmi menetapkan delapan tim rumah sakit terbaik yang berhasil lolos dari babak penyisihan yang ketat. Daftar instansi yang melaju ke babak perempat final ini didominasi oleh rumah sakit ternama, antara lain RS Mitra Keluarga Waru, RS Nindhita (A), RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, dan Mayapada Hospital Surabaya.
Baca juga: Prife International Bawa Solusi Kesehatan Terahertz ke Sampang
Persaingan dipastikan akan semakin memanas karena nama-nama besar lainnya juga turut mengamankan posisi. RS Sukma Wijaya (A), RS Premiere Surabaya, RS Mitra Keluarga Surabaya, serta RS Graha Husada Petro Kimia Gresik siap bertarung habis-habisan pada babak final yang dijadwalkan berlangsung besok, Minggu (25/01/2026). Setiap tim akan diuji konsistensinya dalam simulasi penyelamatan nyawa.
Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn, dr. Bhakti Setiyo Tunggal, M.Kes, menyampaikan bahwa agenda besar ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RSUD Mohammad Zyn yang ke-50. Menurutnya, momentum emas ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya nyata untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan di wilayah Jawa Timur.
Baca juga: STIKES Sukma Wijaya Sampang Jalin Kerjasama dengan Meena Healt Clinic RS Arab Saudi
Lebih lanjut, dr. Bhakti mengungkapkan bahwa kompetisi ini juga membawa misi strategis bagi internal RSMZ. Melalui acara ini, pihaknya berambisi memperkenalkan fasilitas dan keunggulan rumah sakit kepada masyarakat luas. Targetnya jelas, yakni menjadikan RSUD dr. Mohammad Zyn sebagai pusat rujukan utama di Jawa Timur yang didukung oleh tenaga medis yang andal serta responsif.
Mekanisme penilaian dalam kompetisi ini dilakukan secara sangat ketat untuk menjamin kredibilitas juara. Panitia menghadirkan tim juri ahli dari Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Jawa Timur. Para juri fokus menilai kecepatan respon, ketepatan tindakan medis, hingga koordinasi tim saat menghadapi skenario pasien dalam kondisi kritis.
Baca juga: Polres Nganjuk, Libatkan Tim Kesehatan Untuk Anggota Pam dan Penyelenggara Pemilu 2024
Acara ini dibuka secara simbolis oleh Bupati dengan pembacaan Basmalah dan pesan mendalam agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas. Selama dua hari pelaksanaan, hari pertama difokuskan pada babak penyisihan untuk menyaring peserta, sementara hari kedua akan menjadi panggung bagi delapan tim terbaik untuk memperebutkan gelar juara tertinggi.
Melalui kompetisi Code Blue ini, diharapkan budaya keselamatan pasien (patient safety) semakin mengakar kuat di setiap fasilitas layanan kesehatan di Jawa Timur. Peningkatan mutu pelayanan medis secara kolektif diharapkan dapat memberikan dampak positif langsung bagi kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat luas.
Editor : Taufik