Beritainvestigasinews.id || Sampang - Dinas Kesehatan Keluarga Berencana (Dinkes KB) bekerja sama dengan Puskesmas Jrengik melaksanakan kegiatan desa sahabat kusta tanpa stigma, diskriminasi dan siap eliminasi kusta (Desaku Asik) pada, Jumat (17/4/2026).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes KB Sampang, Syamsul Hidayat, mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut ada beberapa pembahasan, diantaranya capaian dari Minggu ke-12 menunjukkan skrining sebesar 123 dari target 972 atau 12,66 persen.
Baca juga: Pelayanan Transparan, Puskesmas Kamoning Optimis Raih Predikat WBK
Sedangkan jumlah terduga mencapai 123 dari target 97 126,6 persen. Namun penemuan kasus masih 4 dari target 16 24,7 persen, sehingga perlu ditingkatkan. "Kasus kusta di Puskesmas jrengik tahun 2025 sebanyak 11 kasus, untuk tahun 2026 sebanyak 1 kasus di Desa Taman," terangnya.
Menurut Syamsul Hidayat, tujuan pembentukan desa siaga TB dan Desaku asik untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap pasien TB dan kusta serta menurunkan beban akibat kusta di suatu wilayah. Caranya dengan pemberdayaan potensial masyarakat desa dan petugas puskesmas.
"Rencana kami ke depan melakukan sosialisasi kartu ayo temukan bercak dan pembagian kartu ayo temukan bercak untuk deteksi dini dan pelacakan kasus kusta," terangnya.
Bagi Syamsul Hidayat, penanganan penyakit tersebut perlu dukungan penyebaran informasi penyakit kusta dan TB melalui peran lintas sektor. Selain itu, juga melakukan pemantapan pembentukan Desa Siaga TB dan desaku asik, serta penyebaran kartu ayo temukan bercak.
"Dengan begitu kami berharap dapat meningkatkan meningkatkan penemuan kasus TB dan kusta agar bisa segera diobati sehingga tercapai eliminasi kusta Tahun 2030,"
Ditambahkan, penanganan juga perlu meningkatkan motivasi kepada pasien untuk menyelesaikan pengobatan TB dan kusta hingga tuntas.
"Perlunya deteksi dini kusta dan pengisian skrining di SIJELITA (Skrining Jatim Eliminasi Kusta), yaitu website skrining kasus kusta bagi kontak erat penderita, dan masyarakat umum," pungkas Syamsul Hidayat.
Editor : Taufik