BeritaInvestigasiNews.id. Bitung,- Komitmen Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara dalam menjaga keselamatan masyarakat kembali ditunjukkan melalui langkah tegas menutup total akses Jalan Nasional ruas Girian-Likupang di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung.
Keputusan tersebut diambil setelah hasil kajian teknis menunjukkan adanya pergerakan tanah aktif yang masih berlangsung dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Demi memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, BPJN Sulut juga bergerak cepat menyiapkan jalur alternatif dengan memanfaatkan jalan khusus milik PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN).
Baca juga: BPJN Sulut Utamakan Ketelitian, Status Jalan Nasional untuk Jalur 3,1 Km Masih Dikaji Mendalam
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN I BPJN Sulawesi Utara, Ir. Ringgo Radityo, ST., M.Eng., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa keputusan penutupan total dilakukan berdasarkan hasil pemantauan intensif tim teknis di lapangan.
“Data yang kami miliki menunjukkan masih terjadi penurunan tanah secara kontinyu sekitar 3 hingga 5 sentimeter per minggu. Kondisi ini menandakan longsoran masih aktif bergerak, sehingga keselamatan pengguna jalan menjadi pertimbangan utama kami,” ujar Ringgo.
Menurutnya, BPJN Sulut tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga menyiapkan solusi permanen yang lebih aman dan berkelanjutan. Setelah melakukan analisis geoteknik secara menyeluruh, BPJN memutuskan untuk menggeser trase jalan ke lokasi yang lebih stabil dan berada di luar zona longsoran aktif.
Langkah tersebut dinilai sebagai solusi paling efektif dibandingkan melakukan perbaikan pada titik yang sama yang masih mengalami pergerakan tanah.
“Kami memilih menggeser trase ke area yang lebih aman dan stabil. Ini merupakan langkah strategis agar infrastruktur yang dibangun nantinya memiliki ketahanan lebih baik dan dapat melayani masyarakat dalam jangka panjang,” jelasnya.
Sementara itu, untuk memastikan aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan lancar selama proses pembangunan trase baru, BPJN Sulut menjalin kerja sama dengan PT MSM dan PT TTN melalui pemanfaatan jalan khusus perusahaan sebagai jalur alternatif sementara.
Jalan alternatif sepanjang 3,1 kilometer tersebut mulai difungsikan sejak Rabu (3/6/2026). Jalur ini menghubungkan kawasan samping Kantor Lurah Pinasungkulan hingga tembus ke ruas Jalan Nasional Girian-Likupang di wilayah Desa Pinenek, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.
Baca juga: Wahyu Supriyo Winurseto, Insinyur Bina Marga di Balik Kokohnya Jalan Nasional Indonesia
BPJN Sulut memperkirakan proses pembangunan trase baru akan berlangsung sekitar lima bulan. Selama periode tersebut, jalur alternatif akan menjadi akses utama bagi masyarakat yang melintasi kawasan Bitung dan Minahasa Utara.
Langkah cepat yang diambil BPJN Sulut mendapat perhatian publik karena menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani bencana geoteknik yang kompleks. Selain fokus pada percepatan pembangunan, BPJN juga menegaskan komitmennya untuk mengedepankan transparansi, pengawasan ketat, serta kajian teknis yang komprehensif dalam setiap tahapan pekerjaan.
Dengan strategi penanganan yang terukur dan kolaborasi berbagai pihak, BPJN Sulut optimistis rekonstruksi ruas Girian-Likupang dapat diselesaikan sesuai target, sehingga masyarakat kembali menikmati akses jalan nasional yang aman, nyaman, dan lebih tahan terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Editor : Kaperwil Sulut Romeo