Wahyu Supriyo Winurseto, Insinyur Bina Marga di Balik Kokohnya Jalan Nasional Indonesia

BeritaInvestigasiNews.id. Sulut,- Di balik kokohnya aspal dan lancarnya arus kendaraan di berbagai ruas jalan nasional, terdapat sosok-sosok profesional yang bekerja tanpa banyak sorotan publik. Salah satunya adalah Wahyu Supriyo Winurseto, insinyur sekaligus birokrat yang kini memegang peran strategis di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pria bergelar S.T., M.Eng. ini dikenal sebagai figur teknokrat yang memadukan kekuatan akademis dengan pengalaman lapangan. Dengan latar belakang pendidikan teknik sipil yang kuat, Wahyu meniti kariernya secara konsisten di sektor infrastruktur, khususnya pada pengelolaan jalan dan jembatan nasional. Dedikasinya menjadikan namanya diperhitungkan dalam lingkaran profesional kebinamargaan di Indonesia.

Baca Juga: BPJN Sulut Utamakan Ketelitian, Status Jalan Nasional untuk Jalur 3,1 Km Masih Dikaji Mendalam

Perjalanan akademisnya menjadi fondasi penting dalam kariernya. Wahyu menyelesaikan pendidikan sarjana hingga magister di bidang teknik sipil dan meraih gelar Master of Engineering (M.Eng.), yang membekalinya dengan perspektif ilmiah dalam merancang infrastruktur berkelanjutan. Ketertarikannya pada persoalan teknis jalan mulai dari perkerasan hingga sistem drainase, membuatnya aktif dalam penelitian dan pengembangan teknologi infrastruktur.

Namanya bahkan tercatat sebagai salah satu penulis dalam publikasi ilmiah internasional bersama peneliti dari Universitas Gadjah Mada. Penelitian tersebut membahas pemodelan penilaian kinerja jalan berdasarkan kondisi perkerasan, bahu jalan, serta sistem drainase. Kajian ini menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak hanya soal konstruksi, tetapi juga tentang ketahanan dan keberlanjutan jangka panjang.

Karier Wahyu semakin menonjol ketika ia dipercaya memimpin Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten. Di provinsi yang menjadi gerbang utama Pulau Jawa itu, ia menunjukkan kepemimpinan yang responsif dan solutif. Salah satu langkah strategisnya adalah percepatan pembangunan jembatan akses menuju Pelabuhan Merak setelah insiden kemacetan panjang akibat kerusakan kendaraan berat.

Di bawah arahannya, pembangunan jembatan sepanjang 14 meter dengan fondasi bore pile dipacu agar rampung sebelum momentum libur Natal dan Tahun Baru. Langkah cepat tersebut dinilai sebagai bukti komitmen dalam memastikan konektivitas nasional tetap terjaga.

Gaya kepemimpinannya dikenal tidak birokratis semata. Wahyu kerap turun langsung ke lapangan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target. Pendekatan ini membuatnya dekat dengan tim teknis di lapangan sekaligus dihormati oleh para mitra kerja.

Baca Juga: Rhismono Pimpin Monitoring Lapangan, Satker PJN Wilayah II Pastikan Pembangunan Jembatan Sesuai Standar Teknis

Kini, Wahyu Supriyo Winurseto kembali mengemban amanah baru sebagai Kepala Balai Sistem Jaringan dan Lingkungan Jalan (BSJLJ) di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga. Posisi ini memiliki peran strategis dalam merancang sistem jaringan jalan nasional yang terintegrasi sekaligus ramah lingkungan.

Di bawah kepemimpinannya, BSJLJ tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan tata kelola birokrasi. Ia bahkan memimpin langsung sosialisasi evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), yang menurutnya menjadi fondasi penting menuju Zona Integritas Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Setiap rupiah anggaran harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Wahyu dalam salah satu kesempatan internal. Baginya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun, tetapi juga dari kualitas layanan yang dirasakan publik.

Baca Juga: Ringgo Pastikan Proyek Ring Road III Terus Dikebut, Target Tuntas Hingga Winangun 2027

Dengan pengalaman akademis dan birokrasi yang panjang, Wahyu memiliki pandangan bahwa infrastruktur yang baik harus memperhatikan berbagai aspek teknis secara menyeluruh—mulai dari struktur perkerasan, bahu jalan, hingga sistem drainase yang mampu mengantisipasi genangan dan kerusakan dini.

Kini, harapan besar disematkan pada kepemimpinan Wahyu Supriyo Winurseto. Dengan rekam jejak profesional yang solid serta integritas yang terjaga, ia diyakini mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan jaringan jalan nasional.

Dari ruang kelas kampus hingga ruang rapat kementerian, Wahyu terus mengawal visi besar Indonesia: menghadirkan infrastruktur jalan yang tidak hanya kuat dan modern, tetapi juga berkelas dunia.

Editor : Kaperwil Sulut Romeo

Berita Terbaru