Kisah Haru Supardi, Tempuh Jarak Papua–Madura Demi Sembuh dari Stroke di Jagat Pamungkas

Reporter : Taufik
Caption Foto: Dua Tahun Lumpuh Akibat Stroke, Warga Timika Papua Sembuh Usai Berobat ke Jagat Pamungkas Sampang

BeritaInvestigasiNews.Id || Sampang – Perjalanan jauh melintasi pulau dari Timika, Papua, menuju Dusun Mandala, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, membuahkan hasil luar biasa bagi Supardi (50) yang berhasil sembuh dari kelumpuhan akibat penyakit stroke selama dua tahun terakhir.

Pria yang sebelumnya hanya bisa terbaring pasrah dan harus dipangku serta digotong oleh pihak keluarganya untuk sekadar beraktivitas ini, secara mengejutkan dapat kembali melangkahkan kakinya secara perlahan setelah menjalani terapi di Pengobatan Alternatif Jagat Pamungkas pada Senin (15/06/2026).

Baca juga: ​Pengobatan Alternatif 'Jagat Pamungkas' di Sampang Viral, Pasien Lumpuh Luar Daerah Sembuh Sekejap

Tangis haru dari sang istri pun seketika pecah di lokasi pengobatan saat melihat sebuah mukjizat nyata di mana suaminya kini bisa berdiri mandiri dan kembali menapakkan kaki di lantai tanpa bantuan penyangga lagi.

​Istri Supardi yang setia mendampingi proses pengobatan menceritakan perjuangan panjang keluarganya yang sempat merasa putus asa karena berbagai metode medis maupun non-medis di tempat tinggalnya tidak kunjung memberikan perubahan.

Dirinya mengetahui keberadaan tempat pengobatan di pelosok Sampang ini secara tidak sengaja melalui unggahan video yang viral di media sosial, hingga akhirnya nekat berbekal harapan besar untuk membawa suaminya menyeberangi pulau demi mengejar kesembuhan.

​"Suami saya sudah dua tahun sama sekali tidak bisa berjalan akibat stroke, dan kami sudah mencoba berbagai metode pengobatan ke mana-mana tapi tetap saja belum ada hasil dan belum sembuh," katanya.

​Lebih lanjut, sang istri menyampaikan rasa syukur yang tidak terhingga kepada Tuhan Yang Maha Esa serta rasa terima kasih mendalam kepada pihak pengelola Jagat Pamungkas atas perkembangan kesehatan suaminya yang dinilai di luar nalar.

Suasana di dalam ruang terapi langsung berubah drastis dipenuhi isak tangis bahagia dari seluruh pengantar pasien yang ikut menyaksikan momen dramatis saat Supardi secara bertahap menggerakkan otot kakinya yang semula kaku.

​"Alhamdulillah, setelah kami berangkat jauh-jauh dari Papua menuju Pulau Madura, di pengobatan alternatif Jagat Pamungkas ini benar-benar membuahkan hasil nyata dan suami saya sekarang sudah bisa berjalan," ungkapnya.

​Sementara itu, pemilik sekaligus praktisi Pengobatan Alternatif Jagat Pamungkas, Gus Junaidi, menjelaskan bahwa proses penyembuhan stroke yang dialami oleh pasien asal Papua tersebut murni dilakukan tanpa menggunakan alat bantu medis modern maupun obat-obatan kimia dosis tinggi.

Metode penanganan yang diterapkan di pusat pengobatan alternatif ini berfokus pada teknik pemijatan khusus serta simpul saraf tertentu yang selama ini menjadi kunci pemulihan ratusan pasien dari berbagai daerah.

​"Dalam menyembuhkan pasien yang datang ke sini, kami hanya menggunakan metode totok dan terapi tangan kosong tanpa ada ritual yang aneh-aneh," tuturnya.

​Gus Junaidi juga menegaskan kepada masyarakat luas bahwa kemampuan yang dimilikinya itu hanyalah sebatas perantara dari manusia biasa, sebab kesembuhan mutlak tetap berada di bawah rida dan izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Demi menjaga kepercayaan warga yang berikhtiar, tempat pengobatan yang kini semakin ramai dikunjungi pasien luar daerah ini juga berkomitmen menjaga transparansi biaya, di mana pasien cukup membayar Rp 215.000 saja untuk sudah bisa mendapatkan paket terapi lengkap beserta jamu tradisional, termasuk adanya penanganan khusus bagi penderita penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang.

Editor : Taufik

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru