BERITAINVESTIGASINEWS.ID || SAMPANG - Tim Perwakilan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bersama Ketua Go Green dan Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Aisyiyah Sampang menggelar sosialisasi pemilahan serta pengelolaan sampah di SPPG Banyuanyar 05, Kabupaten Sampang, guna mengedukasi masyarakat dan pengelola lingkungan SPPG MBG mengenai pentingnya memisahkan limbah organik dan anorganik dari sumbernya.
Perwakilan Tim STBM, Vivin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan baru di tengah masyarakat dan lingkungan SPPG agar pengelolaan sampah menjadi lebih terstruktur dan tidak lagi bercampur.
"Semoga dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, pengelolaan sampah dapat lebih teratur dan sampahnya sudah tidak lagi dicampur antara sampah organik dan anorganik," katanya.
Ia menegaskan bahwa langkah awal memilah sampah sangat krusial untuk mempermudah pemrosesan daur ulang sekaligus menekan potensi penumpukan limbah domestik yang merusak ekosistem sekitar.
Baca juga: Aliansi Pemuda Sampang Gelar Aksi Damai, Desak Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis
"Pengelolaan sampah yang benar harus dimulai dari pemisahan sejak awal, sehingga dampak lingkungan dapat diminimalisir dan sampah memiliki nilai guna," ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua KSPPG Banyuanyar 05, Faiser, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif edukasi lingkungan yang diusung oleh kolaborasi tim STBM dan Aisyiyah Sampang tersebut.
"Kami sangat mendukung penuh program sosialisasi ini karena mendidik relawan serta pengelola SPPG untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan sejak dini," ujarnya.
Melalui sinergi dalam program "Semangat Belajar Sampah Bersama" ini, pihak SPPG Banyuanyar 05 menyatakan kesiapannya untuk langsung mengimplementasikan sistem pemilahan sampah di seluruh area operasional mereka secara berkelanjutan.
Editor : Taufik