Sinergi Aktivis dan Praktisi Bangkalan Hadirkan Buku Etika Pengolahan Air Limbah

Reporter : Taufik
Caption Foto: Resmi meluncurkan buku berjudul Common Sense In Action:

BERITAINVESTIGASINEWS.ID || ​BANGKALAN – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan berkolaborasi dengan praktisi lingkungan hidup dan aplikator Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) resmi meluncurkan buku berjudul Common Sense In Action: Membangun Kesadaran Etika Melalui Pengolahan Air Limbah di Bangkalan, Rabu (19/8/2026).

​Peluncuran buku ini didasari oleh prinsip utama dunia akademis dan kebijakan, bahwa sebuah gagasan besar memerlukan keterpaduan antara kebenaran ilmiah berbasis data lapangan serta kepercayaan dari pihak yang berwenang.

Baca juga: HUT Humas Polri Ke-72 Dirayakan Dengan Gerakan Pelestarian Lingkungan

​"Buku ini lahir dari kegelisahan bersama mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan yang tidak hanya butuh teori, tetapi juga aksi nyata dan etika dalam pengelolaan limbah," kata Ketua Umum HMI Cabang Bangkalan, Kresna Bayu.

​Kresna menjelaskan bahwa karya ilmiah ini ditulis secara kolaboratif oleh empat orang penulis dari latar belakang berbeda, yaitu Romi Harris Saputra selaku praktisi lingkungan hidup asal Sidoarjo, serta tiga putra daerah Bangkalan yakni Kresna Bayu, Akhmad Syahruddin selaku aplikator IPAL, dan Bahrulloh selaku Kabid HAM dan Lingkungan Hidup HMI Bangkalan.

​"Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa dan praktisi teknis bisa menyatukan pemikiran untuk memberikan solusi konkret atas permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini," ungkapnya.

​Kehadiran buku ini berhasil menarik perhatian dan mendapat apresiasi luas karena mampu menyatukan dukungan serta pengakuan lintas sektor secara lintas instansi.

​"Dukungan penuh mengalir mulai dari jenderal polisi Mabes Polri, Kejaksaan Tinggi, perwira TNI dan BIN, rektor universitas, kepala puskesmas, hingga pimpinan organisasi keagamaan," jelas Kabid HAM dan Lingkungan Hidup HMI Bangkalan, Bahrulloh.

​Dukungan lintas elemen masyarakat dan pejabat publik tersebut diharapkan menjadi pendorong utama agar rekomendasi etika pengolahan air limbah dalam buku ini dapat diimplementasikan menjadi kebijakan nyata di daerah.

Editor : Taufik

Investigasi
Berita Populer
Berita Terbaru