BERITAINVESTIGASINEWS.ID ||SAMPANG — Pelaksanaan Karang Taruna Expo II Kabupaten Sampang 2026 yang digelar di Halaman Dekranasda depan Alun-Alun Trunojoyo mulai 17 hingga 26 September 2026 diwarnai keluhan ketidakadilan penataan stan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Pameran yang sejatinya dihadirkan untuk membangkitkan ekonomi daerah serta menyuguhkan bazar malam hingga musik tradisional tongtong tersebut dinilai kurang memprioritaskan pedagang asli Sampang.
Baca juga: Wujudkan Situasi Kondusif, Karang Taruna Bersama Polsek Lumbang Perkuat Sinergi
Kekecewaan mendalam dirasakan oleh para pedagang daerah yang menilai panitia penyelenggara tidak memberikan porsi tempat yang layak dan adil bagi pelaku usaha tempatan.
Mereka mengeluhkan letak stan UMKM lokal yang ditempatkan di area tidak strategis, sementara pedagang dari luar wilayah justru mendapatkan posisi depan yang ramai lalu lalang pengunjung.
"Harapan kami sebagai UMKM lokal maunya dijadikan tuan rumah dan mendapat pelayanan di tempat stan yang strategis, tapi nyatanya di lapangan kami dibedakan dengan UMKM yang dari luar wilayah," katanya. Sabtu (19/9/2026) Malam.
Kondisi penataan yang kurang memihak ini berdampak langsung pada penjualan para pedagang lokal sejak malam pertama pembukaan expo. Imbas sepinya pembeli di area belakang membuat sejumlah pemilik stan daerah merasa kecewa berat hingga memilih untuk menyetop aktivitas dagang mereka lebih awal dan udah ada 2 stand yang of.
"Stand UMKM lokal Sampang juga satu malam aja langsung tidak mau jualan lagi, hari kedua tambah satu stand yang menyetop, kami bertahan tapi tetap memang tempat kami itu tidak strategis sekali," ungkapnya.
Memasuki hari ketiga pelaksanaan expo, para pedagang lokal yang tersisa mengaku masih terus bertahan meski harus menanggung kerugian akibat minimnya keterjangkauan pembeli. Ketiadaan evaluasi tata letak dari pihak panitia membuat ruang gerak promosi produk unggulan daerah menjadi sangat terbatas di tengah keramaian acara.
"Malam ketiga dikonfirmasi oleh awak media kami akan bertahan sampai 5 hari, kalau sampai 5 hari tetap kami jualan tidak sesuai kami akan keluar," tegasnya.
Para pelaku UMKM Sampang mendesak pihak penyelenggara untuk segera melakukan pembenahan dan penelitian yang matang sebelum menata area pameran pada kegiatan-kegiatan mendatang.
Mereka berharap pemerintah daerah dan panitia dapat memberikan perhatian serta pelayanan terbaik agar UMKM lokal benar-benar menjadi tuan rumah yang berdaya di wilayahnya sendiri.
Editor : Taufik