Beritainvestigasinews.id,Surabaya - Ada ada saja modus orang untuk mencari uang, bahkan baru baru ini oknum yang mengaku sebagai salah satu wartawan dengan inisial A, dengan gayanya bak koboi mencoba memeras salah seorang pengusaha ayam yang berada di Malang.
Tidak hanya disitu saja, oknum wartawan tersebut bahkan menjiplak sebuah pemberitaan yang sempat beredar, lantas digunakan untuk menakut-nakuti pengusaha ayam yang diketahui berinisial S agar diberi uang sebesar 15 juta rupiah.Selasa,30/05/2023.
Hal tersebut seperti yang dikemukakan S saat memberikan penjelasan kepada salah satu awak media, dirinya mengakui bahwasanya memang menggelar kompetisi aduan ayam, namun bukan sebagai ajang perjudian.
"Semestinya jika ada oknum wartawan itu kan tugasnya bertanya, mengklarifikasi, tidak serta merta menaikkan sebuah pemberitaan tanpa didasari fakta dan bukti otentik, kita ini sedang menggelar kontes ayam jago, memang untuk mengetahui ketangkasan itu harus dihadapkan dengan ayam jago lain, bukan untuk bertaruh dan berjudi," urai S saat dihubungi awak media melalui telepon selulernya.
Ia juga menambahkan, bahwasanya kontes ayam jago ini menginginkan seperti Papaji, yakni Paguyuban Penggemar Ayam Jago Indonesia yang hibur mengkoleksi ayam, namun bukan sebagai ajang taruhan.
"Nah disini itu oknum yang mengaku wartawan dengan inisial A itu tiba tiba menjiplak berita yang sudah ada, bahkan dengan beraninya kalau ingin take down berita, harus mengasih uang 15 juta dengan berdalih disuruh redaksi," imbuh S sembari menunjukkan screenshot permintaan uang dari oknum wartawan berinisial tersebut.
Sementara itu salah satu pimpinan redaksi dari media Berita-kompas.com Umar Hayat menjabarkan bahwasanya etika yang dilakukan oleh oknum wartawan berinisial A tersebut tidak mencerminkan seorang jurnalis yang sesungguhnya, melainkan lebih layak disebut sebagai pengemis yang hanya bermodalkan id card.
"Saya tahu betul oknum itu hanyalah bermodalkan id card, tidak pernah membuat karya jurnalis, jadi jangan jatuhkan marwah jurnalis yang sesungguhnya, jurnalis itu tugasnya mencari berita untuk disajikan kepada publik, bukan untuk menakut-nakuti seseorang, bahkan sampai ada bukti wa yang mau digunakan sebagai ajang pemerasan," jelas Umar dengan nada tegas.
Tidak hanya disitu saja, Umar merasa malu atas ulah oknum wartawan tersebut, bahkan dirinya akan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar segera menindaklanjuti permasalahan ini, biar profesi jurnalis tidak disalahgunakan.
Dirinya juga menghimbau kepada seluruh pengusaha di Jawa Timur pada khususnya, jika menemukan model oknum wartawan seperti inisial A, tidak usah ditakuti, cukup tanyakan dari media mana, dan apakah ada karya tulisnya selama ini.
(Siti MH)
Editor : Redaksi