Kerajinan Pot Teraso Warga Binaan Jadi Peluang Baru Pembinaan Kemandirian

avatar Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id, Bangli - Ditengah gandrungnya kerajinan pot teraso dikalangan masyarakat umum, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bangli memberikan kegiatan pembinaan kemandirian pot teraso bagi warga binaan. Kini kerajinan pot teraso menjadi salah satu unggulan pembinaan kemandirian seperti yang disampaikan Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Nyoman Bhudianta, Rabu (10/1/2024).

Salah satu program pembinaan kemandirian yang masuk menjadi bagian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) ini menurutnya sedang berada ditren yang diminati masyarakat.

“Teraso ini sedang digandrungi, banyak digunakan untuk pot tanaman hias atau juga bahan wastafel di hotel/villa,” imbuh Nyoman Bhudianta.

Kerajinan yang berbahan dasar serbuk marmer, kalsium, semen putih, semen hitam, besi dan pasir ini dianggap bernilai seni tinggi sehingga dapat dipasarkan dengan harga yang lumayan tinggi. Selain itu perawatannya pun cukup mudah.

[caption id="attachment_31480" align="aligncenter" width="904"] Hasil karya Warga Binaan dalam pembinaan kemandirian yaitu kerajinan pot teraso.
Sumber foto : Humas Lapas Narkotika Bangli, Rabu (10/1/2024).[/caption]

Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Bangli, Marulye Simbolon menambahkan bahwa pembinaan kemandirian teraso ini dilaksanakan mengikuti tren perkembangan yang ada dikalangan masyarakat. Menurutnya pembinaan di dalam Lapas memang harus mengikuti tren sehingga produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk di luaran sana.

“Selain agar mudah dipasarkan, pembinaan kemandirian juga harus dilakukan mengikuti perkembangan zaman sehingga skill yang dimiliki warga binaan tidak terbatas pada skill konvensional,” tambah Kalapas.

Hasil dari kerajinan pot teraso ini sementara masih ada tahap uji coba dan quality control. Nantinya jika hasilnya baik, maka bukan hal yang sulit memasarkan produk teraso warga binaan ini di kalangan masyarakat.

(JULIESPASH)

Berita Terbaru