Dandim Badung Gandeng BRI dan BWS Serahkan Bantuan Nutrisi Bagi Anak Stunting

avatar Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id, Denpasar Barat, Bali - Komandan Kodim (Dandim) 1611/Badung gandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Woori Saudara (BWS) berikan bantuan Nutrisi bagi anak stunting. Dandim bersama Bank BRI dan Bank BWS tetap dukung program nasional yaitu menurunkan angka stunting anak di Indinesia, khususnya Badung dan Denpasar. Pemberian bantuan tersebut dipusatkan di Kantor Kelurahan Dauh Puri Jalan Pulau Buru Nomor 40, Dauh Puri, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali. Kamis (01/06/2023) pukul 10.00 Wita waktu setempat.

Tampak hadir pada kegiatan tersebut, Dandim Badung Letkol Arh. Teguh Waluyo, S.IP., Perwakilan Bank BRI KCP Hayam Wuruk Denpasar Asep Nendi, Perwakilan Bank BWS Kabag Kredit Denpasar Komang Oka, Lurah Dauh Puri I Gusti Ngurah Arnawa, Sekretaris Lurah Dauh Puri Ni Wayan Diani, Wadanramil Denbar, Pjs. Pasiterdim Badung, Wadanramil Densel, Danunit Dim Badung, Babinsa Dauh Puri, Babinsa Pemecutan, dan Babinsa Sanur Kaja serta awak media.

Dandim Badung Letkol Arh. Teguh Waluyo, S.IP., mengatakan kepada awak media ini setelah memberikan bantuan Nutrisi kepada anak stunting. Kodim 1611/Badung besinergi dengan Bank BRI dan Bank BWS untuk dapat berpartisipasi dalam hal menekan angka stunting anak, bersama stakeholder terkait kami ikut serta mendukung program nasional yakni guna pencapaian ditahun 2024 stunting anak di Indonesia bisa tercapai dan dapat menekan sampai ke titik nol.

"Di Indonesia kasus stunting anak lebih dari standarisasi atau ambang batas yang ditetapkan WHO (World Health Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia yaitu 20%, sedangkan di Indonesia angkanya melebihi 20�ri jumlah penduduk khususnya anak-anak yang berusia lima tahun kebawah. Angka tersebut bagaimana cara kita bisa bersama-sama menekannya sampai ke titik paling rendah, dengan turun lansung kebawah dan tepat sasaran," kata Letkol Arh. Teguh Waluyo.

Bantuan ini merupakan salah satu program dari pemerintah, dan juga atas instruksi lansung dari Panglima TNI. Yang mana TNI adalah sebagai Bapak asuh anak-anak yang stunting. Jadi berdasarkan instruksi tersebut, maka kami hari ini bersama-sama Bank BRI dan Bank BWS memberikan lansung kepada tiga anak stunting yaitu :1). I Kadek Dwi Ariya Wiadnyana, putra dari pasangan bapak Gede Febrian Adnyana dan ibu Komang Ariyani, Jalan Pulau Buru Nomor 42 Kelurahan Dauh Puri, Denbar, Kota Denpasar.2). Ni Kadek Disha Aruni Salvina (orangtua I Made Suanggara), Jalan Merapi V Nomor 3 Kelurahan Pemecutan, Denbar, Kota Denpasar., dan3). Raka Sulistiyono, orangtua Mujiyati, Jalan Hangtuah Gang Mawar Nomor 24A Desa Sanur Kaja, Densel, Kota Denpasar, sambung Dandim Badung.

Lebih lanjut, Dandim Badung ungkapkan bahwa "Untuk Badung stuntingnya berdasarkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, Badung berkisaran 5%, sedangkan untuk Denpasar 4%. Harapan kedepan khususnya TNI dan pada hari kami gandeng Bank BRI dan Bank BWS, dengan bersama stakeholder lainnya berupaya menekankan stunting nasional sesuai harapan pemerintah yaitu bapa Presiden tekankan untuk tahun 2024 dapat menekan penurunannya hingga 14%," imbuhya.

Lebih dalam lagi, Letkol Teguh Waluyo tandaskan "Masalah stunting anak, bukan hanya berat badan saja, tapi pertumbuhan otak juga jadi tolok ukur utama, karena memengaruhi kompetensi anak bangsa dengan bangsa-bangsa lain dalam hal pertumbuhan otak dalam pola pikirnya, mengingat anak-anak ini adalah penerus bangsa," pungkas Dandim Badung.

Sementara itu, pemerintah setempat yaitu Lurah Kelurahan Dauh Puri menyambut dengan baik atas inisiatif bapak Dandim Badung bersama Bang BRI dan Bank BWS. Pertama-tama ucapan terimakasih yang telah menyempatkan waktu dan mengagendakan khusus ke tempat kami berikan bantuan kepada anak-anak stunting di Kelurahan ini. Perlu diketahui bahwa di Kelurahan kami jumlah anak stunting ada 4 orang.

"Bertepatan pada hari 1 anak stunting dapat bantuan dari bapak Dandim Badung bersama Bank BRI dan Bank BWS," ucap I Gusti Ngurah Arnawa.

Untuk Kelurahan Dauh Puri anak-anak yang stunting dianggap sudah selesai pada penekanannya, hanya empat anak saja, itu angka paling terendah.

"Stuting anak bukan hanya pada faktor ekonomi saja, akan tetapi, pun juga faktor genetika sangat mempengaruhinya. Harapan kedepan, dengan adanya pihak-pihak swasta turut serta melalui program CSR nya, kita bisa dapat menekannya stunting terhadap anak," tandasnya.

Yang terpenting kedepan bagaimana kita upayakan agar hal tersebut dapat dioptimalkan khususnya bagi para pasangan menuju pernikahan, jadi kita sosialisasikan lebih dini pada perangkat, betapa pentingnya pertumbuhan anak mulai dari kandungan hingga dimasa-masa pertumbuhan berkelanjutan, agar permasalahan anak stunting terkaper lebih awal, pungkas Lurah Dauh Puri.

(JesPutra)

Berita Terbaru