Berita Investigasi News, Denpasar Utara - Ogoh ogoh atau patung raksasa merupakan salah satu tradisi Umat Hindu khususnya di Bali yang ditampilkan dalam pawai "Pengrupukan" tepat sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Pembuatan ogoh ogoh di daerah pariwisata ini sebenarnya lebih banyak dilakukan generasi muda. Mereka menuangkan kreativitas seni khususnya seni patung dan gamelan. Kreativitas ini menjadi semakin kental, manakala dikaitkan dengan ritual (upacara keagamaan) sehingga patung yang dibuat cenderung ke hal yang menyeramkan (raksasa).
Pawai ogoh ogoh yang berlangsung sehari sebelum Nyepi dilakukan untuk ritual Buta Yadnya (Bhuta Yajna). Buta Yadnya merupakan rangkaian upacara untuk menghalau kehadiran buta kala yang merupakan manifestasi unsur unsur negatif dalam kehidupan manusia. Dalam rangkaian Buta Yadnya, terdapat tradisi pawai ogoh ogoh yang membuat jadi festival tahunan yang semarak dan menjadi daya tarik pariwisata.
Ogoh ogoh yang sangat erat kaitannya dengan seni kreatifitas pemuda atau Yowana, yang kali ini Polsek Denpasar Utara inovasikan untuk diajak dan dirangkul bersama-sama dengan Polri, mengawal situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kecamatan Denpasar Utara.
[caption id="attachment_35200" align="aligncenter" width="1280"]
||Foto : Disamping ajakan jaga situasi keamanan dan ketertiban, Polsek Denpasar Utara juga memberikan sarana kontak kepada STT Dharma Sawitra Banjar Pulugambang, Peguyangan, yang diterima oleh Ketua STT Made Dwiky Prattawan, Jumat (16/2/2024) malam. (Sumber : Si Humas Polsek Denut/Si Humas Polresta Denpasar).[/caption]
“Malam ini, kami (Polsek Denpasar Utara-red) bersama Yowana Kota Denpasar dan STT Dharma Sawitra, mengajak semua elemen masyarakat menjaga keamanan tetap aman saat pelaksanaan pengarakan ogoh ogoh," buka Iptu I Putu Carlos Dolesgit, SH, MH, Kapolsek Denut, ketika datang bersilaturahmi dengan Yowana Kota Denpasar dan STT di Banjar Pulugambang, Peguyangan, Jumat (16/02/2024) malam.
Kegiatan yang di inisiasi oleh Gung De Angga, sapaan akrab Manggala Pasikian Yowana Kota Denpasar Anak Agung Angga Harta Yana, dan Kapolsek Denpasar Utara tersebut, mengajak Pemuda untuk aktif menjaga kamtibmas tetap aman dan kondusif, melalui seni kreativitas ogoh ogoh.
“Yowana adalah simbol kreativitas, teladan, dan pelindung budaya serta adat, jadi sudah sepatutnya Yowana ikut menjaga keamanan pada lingkungan dan masyarakat," tutup Gung De Angga.
Pasikian Yowana Kota Denpasar sendiri, akan menggelar Kesanga Fest 2024, yang merupakan lomba ogoh ogoh terbesar di Kota Denpasar, yang menampilkan seluruh ogoh ogoh terbaik di Kota Denpasar, menjelang Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1946.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Denpasar Utara menyampaikan ucapan terima kasih telah membantu Polri menjaga sitkamtibmas tetap kondusif, di wilayah Kecamatan Denpasar Utara, selama pelaksanaan Pemilu, dan juga memotivasi Yowana untuk terus berkreativitas postif tanpa batas, dan mengembangkan diri kearah lebih baik. Dalam pengarakan ogoh ogoh pun, Yowana diajak untuk mengarak ogoh ogoh dengan baik, mendahulukan kepentingan umum, dengan harapan pawai ogoh ogoh berjalan aman dan lancar.
“Tumpahkan semua seni kreativitas Yowana dalam ogoh ogoh, kembangkan diri, dan mari bersama-sama Polri, menjaga keamanan, jaga arak-arakan ogoh ogoh tetap pada jalurnya dan tetap patuh pada aturan," kata Kapolsek Denut.
Polsek Denpasar Utara datang ke Banjar Pulugambang, Kelurahan Peguyangan, selain memberikan motivasi dan mengajak Yowana untuk menjaga kamtibmas, juga menyerahkan bantuan sarana kontak masyarakat kepada STT Dharma Sawitra Banjar Pulugambang, yang diterima Ketua STT, Made Dwiky Prattawan.
(JULIESPASH)
Editor : Juli Kaperwil Bali