Polres Tabanan Ikuti Anev Zoom Pasca Pungutan dan Hitungan Suara Pemilu 2024

avatar Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id, Tabanan, - Telah berlangsungnya analisa dan evaluasi gangguan kamtibmas (Anev GK), pasca pungutan dan hitungan suara pemilu 2024 dipimpin oleh Asops Kapolri Irjen Pol Drs. Verdianto Iskandar Bitticaca, MHum, secara Zoom, di ruang Vicon Sarja Arya Racana Polres Tabanan, Jumat (23/2/2024).

Anev Zoom pasca pungutan dan hitungan suara pemilu 2024, tersebut di ikuti para pejabat operasi OMB dan operator masing-masing program yang disampaikan oleh Asops Kapolri.

Asops Kapolri Irjen Pol Drs. Verdianto Iskandar Bitticaca, MHum, menyampaikan terkait dengan dinamika gangguan kamtibmas pasca pemungutan dan perhitungan suara terdapat beberapa petugas meninggal dunia, pasca pemungutan suara terdiri dari 6 orang Bawaslu, 51 anggota KPPS, Caleg 1, Linmas 18 orang, Saksi 9 orang dan panitia pungut suara 8 orang.

Maka selanjutnya seluruh jajaran agar memantau terus perkembangan situasi pasca pungutan dan hitungan suara dalam pemilu tahun 2024, sehingga dapat berjalan dengan aman dan lancar.

"Strategi polri dalam pengamanan tahapan pemilu yang wajib dilaksanakan adalah operasi kepolisian, operasi mantap Brata, cooling system dan operasi kontijensi," tegas Irjen Pol Drs. Verdianto.

Selanjutnya, dinamika pemilu dewasa ini agar kawal proses tahapan pemilu sehingga situasi kondusif karena banyaknya pergerakan dari pihak politik yang ingin menggagalkan hasil pemilu maupun ketidakpuasan atas hasil sementara quick count.

"Jangan pernah underestimate dengan situasi masing masing agar dilanjutkan kegiatan kepolisian guna memastikan situasi tetap aman," lanjut pesan Asops Kapolri.

Irjen Pol Drs. Verdianto Iskandar Bitticaca, MHum, menekankan analisa dan evaluasi dengan melakukan langkah deteksi dini dan deteksi aksi terhadap adanya potensi gerakan mengarah pada aksi yang tidak tuntas penyelesaiannya.

Lakukan langkah-langkah pencegahan sejak awal adanya pergerakan massa, sehingga secara dini dapat diantisipasi terjadinya aksi anarkis optimalkan peran bhabinkamtibmas dengan merangkul toga, tomas dalam mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya memelihara sitkamtibmas agar tetap kondusif guna mereduksi berbagai potensi gangguan yang ada.

Dalam penanganan aksi unjuk rasa (unras) maupun kerusuhan agar mempedomani langkah-langkah yang ditentukan sesuai perkap, gelar perkuatan secara optimal dan proporsional sesuai perkiraan ancaman yang dihadapi jangan underestimate lakukan patroli siber terkait isu netralitas polri serta melakukan counter berita positif serta mengantisipasi petakan dan inventarisir permasalahan dan berbagai potensi gangguan yang dapat menjadi pemicu terjadinya konflik di masyarakat, baik konflik vertikal maupun horisontal langkah-langkah penanganan.

"Memaksimalkan power on hand yang dibawah kasatwil memanfaatkan brimob nusantara dan dalmas nusantara sesuai dengan rayonisasi, libatkan unsur TNI dalam membantu tugas penanganan konflik," tutup Asops Kapolri.

(JULIESPASH)

Berita Terbaru