Polsek Mengwi Amankan Tradisi Mekotekan Hari Raya Kuningan Desa Munggu

avatar Berita Investigasi

Beritainvestigasinews.id, MENGWI, BADUNG, - Kepolisian Sektor (Polsek Mengwi) mengamankan acara tradisi turun temurun setiap hari raya Kuningan di Desa Adat Munggu ini adalah Mekotek, hal tersebut merupakan salah satu budaya Bali yang harus di budidayakan, nyaris punah regenerasinya, pelaksanaan ngerebeg mekotek tersebut, pengamanannya dipimpin langsung oleh Kapolsek Mengwi Kompol I Ketut Adnyana TJ, SSos, SH, MM, didampingi Kasat Intelkam Polres Badung AKP I Made Gede Segara Yasa, SH, Sabtu (9/3/2024).

Kegiatan ngerebeg mekotek diawali dengan persembahyangan di Pura Dalem Desa Adat Munggu, untuk menghaturkan sesaji, sekaligus memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, agar pada pelaksanaan diberikan keselamatan dalam prosesi acara tersebut, aman dan lancar.

Baca Juga: Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Ini yang Dilakukan Unit Samapta Polsek Mengwi

Mekotekan tersebut khusus buat para lelaki usia 12 - 40 tahunan mengenakan pakaian adat dan berkeliling Desa dan membawa kayu pulet yang kulit kayanya sudah dikelupaskan, tinggi kayu tersebut 2 - 3,5 meter.

[caption id="attachment_37514" align="aligncenter" width="1200"] ||Foto: Mekotekan, para lelaki yang telah ajukan kayu pulet nya, kemudian membentuk piramida, yang menandakan permohonan keselamatan dan simbol kemenangan.[/caption]

Masing-masing kayu pulet yang dibawakan oleh para lelaki yang terlibat nantinya akan di adu hingga membentuk piramida, kemudian dilaksanakan ngerebeg yang mengatasi wewidangan Desa Adat Munggu.

Kegiatan Tradisi ngerebeg mekotek atau biasa lazimnya dikenal dengan mekotekan, ini adalah kepercayaan masyarakat Adat setempat untuk menolak bala, sekaligus memohon keselamatan. Ini terkait dengan peristiwa gerubuk (wabah, red) agung yang pernah melanda warga desa hingga menimbulkan korban jiwa.

Baca Juga: Polsek Mengwi Laksanakan Patroli Biru Strong Point Kawasan Wisata

Mekotekan juga sebagai simbol kemenangan bagi masyarakat Munggu saat pertempuran bersama pasukan kerajaan Mengwi dalam mempertahankan wilayah kekuasaan di Blambangan (Banyuwangi, red). Masa itu pasukan taruna Munggu berhasil pulang dengan kemenangan.

Adapun personil gabungan yang telah melaksanakan pengamanan berjumlah 50 orang, terdiri dari Polri 17 personil, TNI 1 personil, Pecalang Desa Adat Munggu 32 personil.

Saat dikonfirmasi disela sela kesibukannya, Kapolsek Mengwi Kompol I Ketut Adnyana TJ, SSos, SH, MM, mengatakan kepada insan pers bahwa kegiatan mekotekan tersebut setiap 210 hari, tepatnya pada setiap hari raya Kuningan rutin dilaksanakan di Desa Adat Munggu. Ini menandakan masyarakat Desa Munggu merayakannya untuk memohon keselamatan dan sekaligus sebagai simbol kemenangan. Dan kami mengawal dan mengamankan berkolaborasi dengan TNI dan Pecalang Desa Adat Munggu. Guna mewujudkan situasi Kamtibmas kondusif.

Baca Juga: Supporter Bola Voli: "Patroli Biru Polsek Mengwi Sampaikan Imbauan Kamtibmas"

"Kegiatan rutin mekotekan ini dilaksanakan setiap 210 hari atau tepatnya pada saat hari raya Kuningan oleh masyarakat Desa Adat Munggu. Kami (Polri, red) bersama dengan TNI dan Pecalang mengamankan hilangnya prosesi acara tersebut, guna terwujudnya Kamtibmas kondusif," pungkasnya, didampingi Kasat Intelkam Polres Badung.

(JULIESPASH)

Berita Terbaru