Beritainvestigasinews.id, KEROBOKAN, BALI, - Dalam upaya deteksi dini serta mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib), Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA/Lapas Kerobokan rutin melakukan kontrol keliling (Trolling) secara mendetail pada tempat-tempat yang dianggap rawan terjadinya gangguan keamanan seperti; area tempat ibadah, area beranggang, pagar pembatas, dan sarana lainnya, Minggu (2/5/2024) dini hari.
Hal tersebut dilakukan untuk menjaga situasi dalam Lapas tetap aman dan kondusif. Kondisi pantauan di lapangan kemudian dilaporkan secara berjenjang kepada atasan untuk menjadi perhatian bersama.
Baca Juga: Keluarga Besar Staf dan Redaksi Media Beritainvestigasinews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025
Kalapas Kerobokan, RM. Kristyo Nugroho mengatakan, kegiatan kontrol keliling merupakan salah satu Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Jajaran Petugas Pengamanan dalam hal menciptakan situasi dan kondisi Lapas yang aman kondusif. Mengingat di Lapas Kerobokan sedang berlangsung proses pembangunan Blok hunian yang baru, sehingga diperlukannya peningkatan kewaspadaan melalui trolling.
[caption id="attachment_47330" align="aligncenter" width="720"]
||FOTO: Petugas Jaga blok bersama sama melakukan trolling ke tempat-tempat rawan gangguan kamtib, trolling ini adalah suatu deteksi dini pada jam jam yang telah ditentukan.[/caption]
“Sebagai wujud implementasi 3+1 Kunci Pemasyarakatan Maju salah satunya deteksi dini, tak henti-hentinya saya menegaskan kepada jajaran untuk senantiasa melakukan kontrol keliling. Lapas Kerobokan telah menerapkan kontrol keliling melalui sistem E-Trolling, sehingga data yang didapat akan lebih akurat," tegas Kristyo.
Jadi bilamana ada Regu Pengamanan yang tidak melakukan kontrol di waktu yang telah ditetapkan, pasti akan terdeteksi.
"Dengan dilakukannya deteksi dini tentunya dapat meminimalisir terjadinya resiko gangguan keamanan dan ketertiban”, pungkas Kalapas.
Dalam menghadapi dinamika yang terus berubah, peran Petugas Pengamanan Lapas Kerobokan yang proaktif dan berorientasi pada keamanan sangatlah krusial.
Dengan melaksanakan kontrol keliling secara rutin, diharapkan muncul deterrent factor (efek tangkal) terhadap tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
"TIADA HARI TANPA TROLLING"
(JULIESPASH)
Editor : Juli Kaperwil Bali