Beritainvestigasinews.id, KEROBOKAN, BALI, – Dalam upaya mengoptimalkan pembinaan kepribadian bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Nasrani, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA/Lapas Kerobokan bekerja sama dengan Yayasan Mercy Indonesia menyelenggarakan Sekolah Pengembangan Kepribadian Terpadu (SPKT). Kegiatan dilaksanakan di Gereja Immanuel Lapas Kerobokan, pada Kamis (1/8/2024).
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu pembukaan dan doa dari WBP Nasrani. Dilanjutkan dengan doa sebelum pemberian materi, evaluasi materi, dan penyampaian materi yang diambil dalam Kitab Roma 2 yaitu, terbagi menjadi 2 sesi, sebagai berikut;
Baca Juga: Keluarga Besar Staf dan Redaksi Media Beritainvestigasinews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025
Sesi pertama; Mengajarkan tentang "Ketika Kita Berubah, Segalanya Akan Berubah";
Sesi kedua; Mengajarkan tentang "Penyaliban Tuhan Yesus" oleh Ps. Rich Witmer dibantu oleh Ps. Rudy Tuah Saragih, S.Th., M.Pd.
[caption id="attachment_54715" align="aligncenter" width="1080"]
●●●> FOTO: Petugas terkait berfoto bersama dengan pihak Yayasan Mercy Indonesia di Lobi Gereja Immanuel Lapas Kerobokan.[/caption]
Kepala Lapas (Kalapas) Kerobokan, RM. Kristyo Nugroho menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud pembinaan kepribadian bagi WBP, khususnya yang beragama Nasrani.
Dengan adanya penanaman nilai-nilai positif melalui pembinaan keagamaan, diharapkan mereka mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nantinya tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama di masa yang akan datang.
“Melalui program Sekolah Pengembangan Kepribadian Terpadu yang dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan, diharapkan dapat membentuk karakter positif serta merubah perilaku WBP menjadi lebih baik”, ujar Kalapas.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Bali, Pramella Yunidar Pasaribu mengapresiasi pelaksanaan pembinaan kepribadian bagi WBP Nasrani yang telah berjalan dengan baik di Lapas Kerobokan.
“Pembinaan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan dalam memotivasi WBP untuk kembali ke jalan yang benar dan menjalani proses Pemasyarakatan dengan penuh tanggung jawab”, ujar Kakanwil.
(Juli)
Editor : Juli Kaperwil Bali