[caption id="attachment_65262" align="aligncenter" width="1080"]
Foto: Pegawai Lapas Kerobokan sedang mengikuti pelatihan pengelolaan jasa boga dan tata boga. Sumber: Lapas Kerobokan.[/caption]
Beritainvestigasinews.id, Bangli, Bali, - Untuk memenuhi layanan makanan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sesuai standar gizi, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA/Lapas Kerobokan, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Bali ikuti pelatihan pengelolaan jasa boga dan tata boga yang diselenggarakan oleh Kanwil Kemenkumham Bali melalui Divisi Pemasyarakatan.
Baca Juga: Keluarga Besar Staf dan Redaksi Media Beritainvestigasinews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025
Pelatihan ini diikuti oleh 22 orang peserta dari perwakilan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Bali yang dilaksanakan di Aula Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bangli, pada Selasa (15/10/2024) kemarin. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Bali, I Putu Murdiana.
Kegiatan ini dimulai dari pemaparan materi dari Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali mengenai teknik pengelolaan bahan makanan, penggunaan alat dapur higenis dan sanitasi, serta penataan hidangan. Selain itu peserta juga mendapatkan sertifikat pelatihan pengelolaan jasa boga dan tata boga.
I Putu Murdiana menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kapabilitas dari seluruh petugas dapur baik Lapas/Rutan/LPKA dalam pengelolaan jasa boga dan tata boga.
[caption id="attachment_65263" align="aligncenter" width="1080"]
Foto: Jajaran Divisi Pemasyarakatan Bali, optimis berikan pelayanan terbaik bagi WBP, dalam hak gizi.[/caption]
“Saya berharap kepada seluruh peserta pelatihan agar mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga ilmu yang didapat bisa diterapkan pada UPT masing-masing untuk pemenuhan bahan makanan yang sesuai dengan standar gizi,” jelas Putu.
Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Bali, Pramella Yunidar Pasaribu mengungkapkan bahwa pemenuhan hak atas makanan yang layak merupakan bagian integral hak asasi manusia.
“Melalui pelatihan ini kita pastikan bahwa warga binaan mendapatkan makanan yang bergizi dan sehat sehingga sejalan dengan upaya kita dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang humanis,” ungkap Pramella.
Dengan keikutsertaan ini, Lapas Kelas IIA Kerobokan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima khususnya pada pemenuhan standar gizi bagi warga binaan untuk mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin PASTI dan BerAKHLAK.
(Juli)
Editor : Juli Kaperwil Bali