Beritainvestigasinews.id, Surabaya, - Prodi Gizi FPK UINSA pada bulan Agustus hingga Oktober 2024 menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jawa Timur dalam mencegah terjadinya stunting pada 8000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Dengan Program Gema Gen Z (Gerakan Masyarakat Generasi Sadar Gizi) Berbasis Community Based Research (CBR) adalah program pengabdian yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas remaja, khususnya anggota IPPNU Jawa Timur, dalam memahami pentingnya gizi dan kesehatan.
Program ini mengambil pendekatan berbasis komunitas dengan tujuan utama menciptakan generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan di masyarakat, khususnya dalam pencegahan stunting.
Proses kegiatan dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) oleh Dr. Ria Qadariah Arief, S.KM., M.Kes dengan dimoderatori oleh Ibu Linda Prasetyaning Widayanti, S.KM., M.Kes bersama ketua IPPNU Jawa Timur yaitu Ibu Aisyah Nur Mauliddiyah, S.Pd dan seluruh stakeholder IPPNU Jawa Timur. Dalam FGD ini, tim pengabdian bersama stakeholder mendiskusikan kondisi, kebutuhan, dan strategi untuk menjadikan GEMA GEN Z sebagai program yang berdampak dan berkelanjutan. FGD ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kesepahaman dan komitmen bersama untuk mendukung keberhasilan program.
Setelah FGD, diadakan Workshop Gizi dan Kesehatan untuk Masa Depan yang Sehat, yang memberikan wawasan kepada remaja tentang pentingnya pola makan sehat dan dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang. Dalam workshop ini, peserta belajar memahami prinsip gizi seimbang dan risiko yang muncul akibat pola makan yang kurang baik. Tahap ini menanamkan kesadaran akan pentingnya peran remaja dalam menciptakan lingkungan yang sehat.
Program ini juga memasukkan kegiatan praktis, seperti Pendampingan Kelas Memasak Anti-Stunting, di mana peserta diajarkan cara membuat makanan sehat dan bergizi yang terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan gizi keluarga. Melalui praktik langsung ini, mereka tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendorong kreativitas dan memperluas jangkauan kampanye, diadakan TikTok Challenge: Kreasi Gen Z untuk Gizi Unggul.
Kegiatan ini memanfaatkan platform media sosial untuk menyebarkan pesan gizi kepada audiens yang lebih luas. Dengan cara yang menyenangkan dan relevan bagi remaja, tantangan ini berhasil meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi melalui konten yang menarik.
Langkah berikutnya adalah Pelatihan Bijak Gizi, Hindari Stunting, yang bertujuan membentuk kader GEMA GEN Z sebagai agen perubahan. Dalam pelatihan ini, peserta dilatih untuk menjadi penggerak edukasi gizi di komunitas mereka.
Baca Juga: Laksanakan Program MBG Polres Bondowoso Dukung Wujudkan Generasi Sehat Berprestasi
Materi pelatihan mencakup cara mengidentifikasi masalah gizi, memberikan edukasi kepada teman sebaya, dan menjadi panutan dalam menerapkan gaya hidup sehat. Selain edukasi, program ini juga menekankan pentingnya aktivitas fisik melalui kegiatan Sweat Together: Olahraga GEMA GEN Z.
Kegiatan olahraga bersama ini tidak hanya mempererat hubungan antar peserta tetapi juga menanamkan gaya hidup aktif sebagai bagian dari pola hidup sehat.Sebagai bentuk aksi nyata, diadakan pula Pembagian Paket Makanan Sehat, yang memberikan contoh langsung tentang pentingnya konsumsi makanan yang bernutrisi. Kegiatan ini diakhiri dengan Pembentukan Pakta Komunitas, yang menjadi komitmen bersama para peserta untuk terus mempraktikkan dan menyebarkan gaya hidup sehat di lingkungan mereka. Program ini memberikan dampak nyata, baik pada individu maupun komunitas.
Secara individu, peserta mengalami peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk menjadi penggerak di komunitas mereka. Secara komunitas, program ini berhasil menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya gizi dan kesehatan, serta membangun jejaring yang mendukung keberlanjutan program.
Hasil akhirnya, GEMA GEN Z mampu membawa perubahan positif dengan memutus siklus stunting dan membangun budaya hidup sehat di kalangan remaja dan masyarakat luas. Dengan dukungan berbagai pihak, program ini menjadi contoh keberhasilan kolaborasi dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.Pungkasnya.
Samsul A.
Editor : Redaktur