Nama Revan Saputra Bangsawan Kembali Muncul, Sulut Sudah Ingatkan: Diduga Sasar Politik di Gorontalo

avatar Kaperwil Sulut Romeo
Jhojo Rumampuk, Ketua DPD PJS Gorontalo
Jhojo Rumampuk, Ketua DPD PJS Gorontalo

Beritainvestigasinews.id. Sulut,-Sulawesi Utara (Sulut) telah memberi peringatan tegas. Nama Revan Saputra Bangsawan (RSB), yang selama ini ramai dikaitkan dengan aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di wilayah Bolaang Mongondow Selatan, kini mencuat kembali—namun bukan sebagai pelaku usaha, melainkan sebagai aktor politik.

‎Informasi yang beredar menyebutkan, RSB diduga mulai mengarahkan langkah ke Provinsi Gorontalo, dengan menjadi pendukung aktif dua pasangan calon kepala daerah di Kabupaten Bone Bolango dan Gorontalo Utara. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan aktivis, yang menilai kehadiran RSB dalam kontestasi politik berpotensi membawa pengaruh negatif.

‎“Sulawesi Utara sudah cukup memberi contoh. Nama RSB bukan tanpa catatan,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Bolaang Mongondow Selatan.

‎Penolakan terhadap RSB di Sulut sebelumnya bukan sekadar opini liar. Selain keterlibatannya dalam tambang ilegal yang merusak lingkungan dan menimbulkan konflik horizontal, publik juga belum lupa dugaan kriminalisasi terhadap wartawan PortalSulut.id, Nasution, yang hanya menjalankan tugas jurnalistik dengan memberitakan fakta di lapangan.

‎Nasution sempat mengalami intimidasi hingga proses hukum yang dianggap janggal, usai memberitakan dugaan aktivitas tambang ilegal yang melibatkan RSB. Kasus ini sempat menarik perhatian organisasi pers dan aktivis kebebasan pers nasional.

‎Kini, ketika nama RSB kembali muncul dalam dinamika politik Gorontalo, berbagai kalangan menyerukan kewaspadaan. Mereka berharap masyarakat Gorontalo belajar dari pengalaman Sulawesi Utara dan tidak memberi ruang bagi aktor-aktor yang rekam jejaknya kontroversial.

‎“Pilkada adalah momentum menentukan arah masa depan daerah. Jangan sampai diwarnai oleh mereka yang pernah mencederai demokrasi dan kebebasan pers,” tegas seorang aktivis lingkungan di Gorontalo.

‎Situasi ini menjadi peringatan dini bagi publik dan penyelenggara pemilu agar menjaga integritas proses demokrasi, serta memastikan bahwa para aktor politik yang terlibat benar-benar bersih dari rekam jejak yang bermasalah.

Berita Terbaru