BPJS Kesehatan Manado Gelar Media Workshop: Dorong Peran Pers dalam Edukasi Kesehatan dan Etika Informasi

avatar Kaperwil Sulut Romeo

Beritainvestigasinews.id. Sulut,- Di tengah meningkatnya tantangan layanan kesehatan di Indonesia, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Manado menggelar Media Workshop dan Sosialisasi Kode Etik, Selasa (17/06/2024), bertempat di Mega Mall Manado. Acara ini menjadi momentum refleksi dan kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan insan pers untuk memperkuat literasi publik terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

‎Puluhan jurnalis dari berbagai platform media hadir dalam kegiatan yang bukan sekadar seremoni, tetapi sarat dengan edukasi, penyampaian informasi strategis, serta penguatan nilai-nilai integritas dalam layanan publik.

‎Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Manado, drg. Betsy M.O. Roeroe, AAK, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kemitraan media yang dilandasi kepercayaan dan transparansi. Menurutnya, media memiliki peran sentral dalam membentuk opini publik yang konstruktif dan mendorong masyarakat lebih sadar akan hak serta kewajiban dalam sistem JKN.

‎“Kami sangat mengapresiasi kontribusi para jurnalis dalam menjembatani informasi program JKN ke masyarakat. Pers bukan hanya penyampai kabar, tetapi agen perubahan yang turut menjaga integritas informasi dan kesehatan publik,” ujar drg. Betsy.

‎Ia juga menyoroti pentingnya tata kelola layanan yang bersih dan bebas dari praktik KKN. Penerapan sistem manajemen anti-penyuapan diakui sebagai upaya memperkuat integritas dalam kerja sama lintas sektor.

‎Pada sesi pemaparan materi kesehatan, Dr. dr. Yuanita Asri Langi, Sp.PD-KEMD, mengulas bahaya Diabetes Melitus (DM) yang kini menjadi ancaman kesehatan nasional. Ia menjelaskan bahwa Indonesia menempati peringkat lima besar dunia dalam jumlah penderita diabetes, dengan prevalensi mencapai 10,9 persen populasi.

‎“Diabetes bukan sekadar angka medis. Ini adalah masalah pola hidup. Gaya hidup sehat harus dijadikan kebutuhan, bukan sekadar pilihan,” jelas dr. Yuanita.

‎Ia menekankan empat pilar utama pengelolaan diabetes: pengaturan pola makan, aktivitas fisik teratur, kepatuhan pada pengobatan, dan pemantauan glukosa darah berkala. Ia juga menyinggung pentingnya dukungan psikologis dan sosial dalam penanganan penyakit ini.

‎Di sesi akhir, Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Manado, Daniel Tambayong, memaparkan materi Sosialisasi Program JKN, yang menyoroti hak dan kewajiban peserta JKN-KIS. Mulai dari hak memilih fasilitas kesehatan, mendapatkan informasi akurat, perlindungan data pribadi, hingga penyampaian keluhan secara langsung atau tertulis.

‎“Program JKN bukan milik institusi semata, tetapi dibangun atas partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, kami terbuka terhadap kritik dan saran sebagai bentuk pengawasan dan peningkatan layanan,” pungkas Daniel.

‎Kegiatan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan media adalah kunci membangun ekosistem pelayanan yang sehat, transparan, dan berintegritas—dari hulu ke hilir.

Berita Terbaru