Akibat Keracunan Sebanyak Ratusan Siswa SMPN 8 Dilarikan Ke Beberapa Rumah Sakit di Kota Kupang.

Berita investigasinews.id | NTT, - 

Pagi ini Kota Kupang dihebohkan dengan peristiwa keracunan masal, Kejadian yang tak biasa tersebut terjadi di Kota Kupang NTT, ada tiga rumah sakit yaitu RS. Mamami, RSUD. SK Lerik dan RS. Siloam, Pagi ini kebanjiran pasien yang merupakan siswa-siswi dari SMPN 8 Kota Kupang, hal ini terjadi setelah para siswa mengalami keluhan sakit perut, mual muntah dan mencret tak henti-hentinya.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Pemilik Toko Snack Sebagai Tersangka Kasus Keracunan Masal di Kediri

Para orang tua wali murid menyayangkan terjadinya hal ini, mereka menuntut harus ada pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini. 

Menurut Kepala Sekolah SMPN 8 

Kepala Sekolah SMPN 8 Kota Kupang Maria Th Rosalin S Lana kepada media ini Selasa,22 Juli 2025 mengatakan, sedikitnya 140 Orang Siswa yang sudah dibawa ke Rumah sakit sedangkan dari Jumlah siswa seribu lebih siswa tersebut 800-an siswa lainnya belum terkonfirmasi keracunan atau tidak.

” Ratusan lainnya belum terkonfirmasi ,” kata dia.

Jumlah tersebut kata dia bisa saja terjadi penambahan Ia membenarkan, sebelumnya siswa/i masih menkonsumsi MBG.

Sesuai laporan siswa, setelah mengkonsumsi MBG pada Senin, 21 Juli 2025 malamnya perut mereka (siswa/i) terasa sakit dan nyeri.

Ia belum bisa memastikan kalau siswa/i yang menderita sakit karena MBG pasalnya, masih ada investigasi dari pihak kepolisian maupun Pemeriksaan dari BPOM.

Ia membuahkan, memang kemungkinan karena keracunan MBG namun kepstiannya masih menunggu hasil investigasi

Kepsek juga mengatakan, pihak sekolah masih menunggu konfirmasi dari pihak Dinas Pendidikan Kota Kupang apakah MBG kan Tetap dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan atau tidak

” Kami hanya pelaksana yang mendistribusi makanan ke para siswa,” 

Sementara itu hingga berita ini ditulis belum ada pernyataan resmi dari pihak dapur layanan makan bergizi gratis yang diduga sebagai pihak yang turut bertanggung jawab atas terjadinya kejadian ini. (Arifin)

Editor : Nugik Ramadhan

Berita Terbaru