Manado Darurat Sampah? DLH Klarifikasi Soal Akses TPA yang Diblokade

avatar Romeo

BeritaInvestigasiNews.id. Sulut,- Kota Manado kembali diguncang isu darurat sampah. Tumpukan sampah yang tak terangkut dalam beberapa hari terakhir membuat keresahan warga makin memuncak. Aroma tak sedap menyebar di sejumlah titik, memicu keluhan dan kekhawatiran akan dampak kesehatan maupun lingkungan.

Kondisi ini dipicu oleh terganggunya akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo. Truk-truk pengangkut sampah dilaporkan tidak bisa masuk karena adanya blokade di jalur masuk TPA.

Baca Juga: Viral Siaran Langsung Berujung LP, Papar Kini Diperiksa Polresta Manado

Menanggapi keresahan publik, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado, Pontowuisang Kakauhe, akhirnya buka suara. Ia mengakui adanya kendala teknis di lapangan, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini, DLH bersama pihak terkait terus melakukan koordinasi agar akses ke TPA kembali normal dan sampah bisa segera terangkut,” ujar Kakauhe, Kamis (25/9/2025).

Baca Juga: Kepala Sekolah TK GMIM Petra Sario Tumpaan Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Menurut DLH, blokade terjadi akibat persoalan dengan sebagian warga sekitar TPA. Namun, pihaknya memastikan langkah negosiasi dan mediasi sudah ditempuh. “Kami berharap dalam waktu dekat akses kembali dibuka, sehingga masalah penumpukan sampah tidak berlarut-larut,” tambahnya.

Sementara itu, sejumlah aktivis lingkungan menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Mereka menilai pemerintah kota harus menyiapkan solusi darurat dan alternatif agar warga tidak menjadi korban. “Kalau sampah dibiarkan menumpuk, risiko penyakit bisa meningkat. Ini bukan hanya soal teknis, tapi menyangkut keselamatan warga Manado,” tegas salah satu pemerhati lingkungan.

Baca Juga: Kepala Sekolah dan Guru SD GMIM 26 Manado Ucapkan Selamat HUT Kemerdekaan RI ke-81

Publik kini menunggu langkah cepat Pemkot Manado. Apakah persoalan TPA Sumompo hanya sebatas kendala sementara, atau justru menandai adanya krisis pengelolaan sampah yang lebih serius di ibukota Sulawesi Utara.

Berita Terbaru