"Mafia Solar Dituding Biang Kerok, Ratusan Sopir Dum Truck Sulut Siap Aksi Besar-Besaran"

avatar Kaperwil Sulut Romeo

BeritaInvestigasiNews.id. Sulut,- Krisis solar kian menghantam Sulawesi Utara. Antrean panjang kendaraan, khususnya truk dan bus, terlihat di hampir semua SPBU, memicu kelumpuhan aktivitas ekonomi. Para sopir angkutan kini sudah berada di titik muak.

Ratusan sopir yang tergabung dalam Aliansi Dum Truck Sulawesi Utara dari Bitung, Minut, Tomohon, Tondano hingga Manado berencana menggelar aksi besar-besaran di Kantor Gubernur dan Polda Sulut. Mereka menuding adanya praktik mafia solar yang membuat distribusi BBM bersubsidi kotor, merugikan rakyat kecil, dan menguntungkan segelintir pemain.

Baca Juga: Gerak Cepat Satreskrim Polres Mitra, Empat Pemilik Senjata Angin Diamankan Kurang dari 24 Jam

“Bayangkan, untuk antri solar saja bisa sampai satu hari. Kapan bisa kerja?” keluh seorang sopir dengan nada putus asa.

Lebih parah lagi, para sopir mengaku menjadi korban pencurian kuota solar melalui modus barcode yang dipakai tanpa izin. Barcode resmi milik sopir tiba-tiba diblokir, seolah sudah mencapai kuota pembelian, padahal truk mereka berhari-hari tak pernah mengisi di SPBU. Dugaan kuat, ada “tangan-tangan gelap” yang bermain bersama oknum petugas SPBU untuk melancarkan aksi mafia solar.

Baca Juga: 65 Tahun Bank SulutGo, Dari Torang Pe Bank Menjadi Pilar Penggerak Ekonomi Sulut dan Gorontalo

Aktivis Wiliam Luntungan menegaskan, pihaknya telah resmi melaporkan dugaan permainan mafia solar ini ke Polda Sulut. Ia menyebut, penegak hukum tidak boleh menutup mata, sebab mafia solar bukan hanya merugikan sopir, tetapi juga menghancurkan roda perekonomian daerah.

“Ini bukan sekadar antrean biasa, ini adalah bentuk kejahatan terorganisir. Jika aparat tidak serius, maka rakyat sendiri yang akan turun ke jalan menuntut keadilan,” tegas Luntungan.

Baca Juga: Polresta Manado Perangi Narkoba Tanpa Kompromi, 7 Kasus Terungkap dalam Sebulan dan Ribuan Obat Keras Disita

Para sopir mendesak Gubernur Sulut untuk turun tangan langsung. Mereka menegaskan aksi massa akan digelar akhir bulan ini bila pemerintah tetap bungkam.

Krisis solar di Sulut telah berubah menjadi bom waktu sosial. Jika pemerintah dan aparat tidak segera membongkar mafia solar hingga ke akar-akarnya, maka gejolak di lapangan tak bisa lagi dibendung.

Berita Terbaru