BeritaInvestigasiNews.id. Manado,- Halaman GMIM Petra Sario Tumpaan masih diselimuti udara dingin pagi saat satu per satu warga mulai berdatangan. Langkah kecil anak-anak, bisikan lembut para ibu, hingga tawa ringan para lansia berpadu menjadi irama hangat yang perlahan memenuhi area yang telah dipersiapkan sejak fajar. Suasana penuh harapan itu tercermin dari wajah-wajah masyarakat yang menatap deretan kebutuhan pokok yang ditata rapi, beras, minyak goreng, gula, telur, dan berbagai bahan penting lainnya, Sabtu (15/11/2025).
Barang-barang sederhana itu mungkin tampak biasa bagi sebagian orang, namun bagi banyak keluarga, inilah penopang kehidupan, harapan yang bisa disentuh, dan bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah rakyatnya.
Di antara keramaian itu, sosok seorang perempuan berjalan dengan langkah lembut namun penuh ketegasan. Dialah Ny. Anik Yulius Selvanus, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara. Kehadirannya bukan sekadar menjalankan tugas protokoler, tetapi membawa energi seorang ibu yang memahami denyut kehidupan rakyatnya.
Didampingi para pengurus PKK dan jemaat, Ny. Anik menyapa warga satu per satu menanyakan kebutuhan, mendengarkan cerita, dan memberikan dukungan moral yang menenangkan. Sentuhan keibuan yang ia hadirkan membuat suasana semakin hangat, menjadikan kegiatan berbagi kasih ini lebih dari sekadar penyaluran bantuan.
Baca Juga: Kebebasan Pers Terancam? Dugaan Pemukulan Wartawan di Polda Sulut Picu Gelombang Protes
Di hadapan warga, Ny. Anik menegaskan bahwa pemerintah provinsi bersama PKK berkomitmen untuk terus berada di garis depan pelayanan sosial, menjangkau kelompok yang membutuhkan, dan menjadi bagian dari solusi bagi kesejahteraan masyarakat.
“PKK hadir untuk memastikan setiap keluarga di Sulawesi Utara tidak berjalan sendirian. Kebersamaan adalah kekuatan kita,” ungkapnya dengan penuh empati.
Kegiatan berbagi kasih ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak harus dinyatakan dengan kata-kata besar. Kadang, harapan itu tumbuh dari sekarung beras, sebotol minyak, atau sapaan hangat dari pemimpin yang mau hadir dan mendengarkan.
Dan pagi itu, di halaman GMIM Petra Sario Tumpaan, masyarakat kembali merasakan bahwa mereka tidak sendiri karena ada pemerintah yang bekerja, dan ada sosok ibu yang peduli.
Editor : Kaperwil Sulut Romeo