Papua Barat, Beritainvestigasinews.id, Jumat, 14 November 2025 - Presiden Mahasiswa Universitas Papua (UNIPA) a.n. Yenuson Rumaikew di sela-sela acara Focus Group Discussion (FGD) dan Pelantikan PMKRI dewan Pimpinan Cabang Manokwari menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Dalam konteks ini bahwa seorang Presiden Mahasiswa (Presma) atau Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di universitas memiliki peran yang sangat penting sebagai penyambung lidah antara mahasiswa dan pihak universitas, serta sebagai pemimpin yang mendorong perubahan positif di kampus terutama dalam mempersiapkan diri suatu saat menjadi pemimpin bangsa atau negara, apalagi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 sebagaimana Visi “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045”.
Dalam hal ini, salah satu misi dari delapan misi strategis “Asta Cita” adalah Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam dan budaya serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
Oleh karena itu, Yenuson Rumaikew mengingatkan bahwa demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara maka Presma atau Ketua BEM di suatu universitas harus menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik terutama dengan menghidupkan peran BEM dan juga membangun kepemimpinan yang intelektual dan dapat memberikan kontribusi baik di dalam kampus maupun di luar kampus. Hal ini akan meningkatkan marwah suatu kampus.
Dalam konteks ini, adanya kolaboraai yang baik yang dilakukan oleh seorang Presma atau ketua BEM suatu universitas dalam mengembangkan potensi diri mahasiswa.
Red
Editor : Nugik Ramadhan