Kupang, Beritainvestigasinews.id - Puskesmas Naioni menggelar kegiatan Mini lokakarya lintas sektor dan Focus Group Discussion(FGD) standart pelayanan publik 2025, di Aula Jemaat Marthomas, Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang(18/12/2025)
Kegiatan diawali dengan pemaparan yang menjelaskan terkait standart pelayanan terhadap masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Naioni, yang disampaikan oleh Bidan Umi Kulsum, lalu dilanjutkan dengan diskusi bersama semua komponen lintas sektor antara lain, Camat Alak, Pers, Ombudsman, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Akademisi, Bag Organisasi, Dinsos, Dinkes, Lurah Naioni, Lurah Manulai II, Lurah Batuplat, RS Ben Mboi, RSUD. SK. Lerik, Dispenduk, Diskominfo, Dinas Pendidikan, DPMPTSP, Puskesmas Sikumana, Puskesmas Bakunase. yang turut hadir pada kegiatan tersebut.
Diskusi membahas berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan, terkait pelayanan yang sudah dilakukan selama ini oleh Puskesmas Naioni terhadap masyarakat, termasuk salah satunya masalah pelayanan terhadap masyarakat yang menggunakan BPJS Kesehatan, salah satu tantangan yaitu menanggapi masih banyaknya warga yang belum memiliki identitas baik KK maupun KTP Kota Kupang, ataupun BPJS yang fasilitas kesehatannya berada di luar daerah, namun harus segera mendapatkan layanan kesehatan.
Banyak masukan dan penjelasan terkait regulasi dalam pengurusan berjenjang oleh Dispenduk, Dinsos, juga penyampaian oleh tokoh masyarakat terkait permasalahan yang sering dihadapi warga terkait pelayanan publik.
Kepala Puskesmas Naioni, Fery Djelalu, SKM, yang ditemui usai kegiatan FGD mengharapkan bahwa melalui forum ini, adanya dukungan dari lintas sektor terkait dalam rangka upaya memberikan standart pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Melalui kegiatan FGD ini tentunya kita semua, termasuk kami di Puskesmas Naioni, memiliki harapan bahwa kami harus bisa hadir dan memberikan pelayanan kesehatan secara baik untuk masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Naioni, untuk itu kami juga berharap adanya dukungan dari lintas sektor terkait untuk bisa mewujudkan itu, karena begitu banyak persoalan yang dihadapi di lapangan, yang membutuhkan koordinasi lintas sektor, makanya melalui FGD ini kita semua bisa mendengar dan mendapatkan banyak masukan untuk lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat" pungkasnya.
Arifin
Editor : Nugik Ramadhan