BeritaInvestigasiNews.id. Sulut,- Misteri kematian tragis seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA) kini memasuki babak baru dan semakin menyita perhatian publik. Anggota DPRD Sulawesi Utara, Jeane Laluyan, secara lantang mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya, tanpa kompromi dan tanpa intervensi.
Desakan keras ini disampaikan Laluyan setelah mencermati berbagai kejanggalan yang menyelimuti peristiwa kematian korban, yang hingga kini dinilai belum terungkap secara terang-benderang. Menurutnya, kasus ini tidak bisa dipandang sebagai peristiwa biasa, melainkan harus ditangani secara serius, transparan, dan profesional.
Tak bergerak sendiri, srikandi DPRD Sulut tersebut menggandeng Komite Aksi Kawal Bencana Sulawesi Utara (KAKSBG) serta kelompok disabilitas untuk menyuarakan tuntutan keadilan bagi almarhumah.
Langkah ini disebut Laluyan sebagai bentuk perlawanan terhadap pembiaran dan ketertutupan dalam penanganan kasus-kasus yang menyangkut nyawa manusia.
Jeane Laluyan menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah keluarga korban yang secara resmi telah melaporkan kasus ini ke Mapolda Sulawesi Utara.
Ia menegaskan bahwa permintaan autopsi jenazah oleh pihak keluarga merupakan langkah krusial yang tidak boleh dihalangi oleh siapa pun.
Baca Juga: Judi Sabung Ayam Piso di Puncak Minanga Kembali Viral, Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat Jadi Sorotan
“Kami berdiri bersama keluarga korban. Desakan ini bukan sekadar permintaan formal, melainkan perjuangan untuk memastikan bahwa keadilan tidak tumpul bagi mereka yang mencari kebenaran,” tegas Jeane Laluyan kepada wartawan di Manado, Kamis (1/1/2026).
Kasus ini telah menjadi sorotan luas masyarakat Sulawesi Utara. Berbagai tanda tanya yang belum terjawab memunculkan spekulasi liar dan kegelisahan publik. Oleh karena itu, Laluyan menekankan bahwa Polda Sulut memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk membuka fakta yang sebenarnya, terutama melalui hasil autopsi yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Penanganan serius sangat dinantikan, bukan hanya untuk mengungkap fakta medis, tetapi juga memberikan kepastian hukum bagi keluarga yang sedang berduka dan menghentikan berbagai spekulasi di tengah masyarakat,” tukasnya.
Baca Juga: Gerak Cepat Satreskrim Polres Mitra, Empat Pemilik Senjata Angin Diamankan Kurang dari 24 Jam
Bersama koalisi masyarakat sipil dan kelompok disabilitas, Jeane Laluyan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memantau perkembangan kasus ini hingga tuntas. Baginya, perkara ini merupakan ujian nyata bagi penegakan hukum di Sulawesi Utara apakah negara benar-benar hadir melindungi hak setiap warganya, atau justru membiarkan keadilan terkubur bersama korban.
Sebagaimana diketahui, seorang mahasiswi UNIMA Tondano sebelumnya ditemukan meninggal dunia di salah satu rumah kost di Kota Tomohon. Kematian korban meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar, terlebih setelah mencuat dugaan pelecehan seksual yang diduga melibatkan salah satu dosen, sebagaimana tertuang dalam surat yang beredar dan ditujukan kepada pihak rektorat.
Editor : Kaperwil Sulut Romeo