Korban Banjir Bandang Siau Bertambah Jadi 17 Orang, Tim Gabungan Terus Bekerja Tanpa Lelah Cari Korban Hilang

avatar Kaperwil Sulut Romeo
Basarnas Sulut, Polres Sitaro, Pemerintah Kabupaten dan masyarakat bahu membahu mencari dan menyelamatkan korban banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Basarnas Sulut, Polres Sitaro, Pemerintah Kabupaten dan masyarakat bahu membahu mencari dan menyelamatkan korban banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

BeritaInvestigasiNews.id. Sulut,- Musibah banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, meninggalkan duka mendalam. Hingga Kamis (8/1/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat meningkat menjadi 17 orang, sementara dua warga lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Humas Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, menyampaikan bahwa sebelumnya korban meninggal berjumlah 15 orang.

Baca Juga: Misteri Pambout Kandas di Sitaro: Satu ABK Tewas, Muatan Diduga Sianida Gegerkan Warga Balirangen

Namun jumlah tersebut bertambah setelah satu korban meninggal dunia akibat sakit di lokasi pengungsian, serta satu korban lainnya yang baru berhasil ditemukan tim SAR.

“Korban meninggal dunia saat ini berjumlah 17 orang. Sementara dua korban masih dalam pencarian. Kami terus mengerahkan seluruh kemampuan untuk menemukan korban yang belum ditemukan,” ujar Nuriadin di Manado, seperti dilansir BeritaInvestigasiNews.id.

Dua korban yang masih dinyatakan hilang masing-masing bernama Andris Pianaung dan Leonel Pianaung. Keduanya berjenis kelamin laki-laki dan diduga terseret arus deras saat banjir bandang menerjang permukiman warga.

Nuriadin menjelaskan, pada Rabu (7/1/2026) pukul 11.40 Wita, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban atas nama Clayton Azriel Tatambihe. Korban langsung dievakuasi dengan penuh kehati-hatian dan diserahkan kepada pihak keluarga sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Upaya pencarian terus dilakukan hingga sore hari. Namun kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang, khususnya di wilayah Desa Bahu Sondang, menjadi tantangan serius bagi tim di lapangan. Hingga pukul 18.00 Wita, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan dua korban lainnya sehingga operasi pencarian dihentikan sementara demi keselamatan personel.

Baca Juga: “Sorotan Jabatan di Sitaro, Harold Kalangit Dinilai Jadi Andalan di Tengah Krisis Birokrasi”

“Pencarian akan dilanjutkan kembali hari ini mulai pukul 08.00 Wita,” tegas Nuriadin.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari Basarnas Sulawesi Utara, Kodam XIII/Merdeka, Polda Sulut, BPBD Kabupaten Sitaro, Polres Sitaro, Kodim Sangihe, Koramil Sitaro, Pos AL Siau, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat yang turut bahu-membahu membantu proses pencarian.

Basarnas menegaskan komitmennya untuk terus bekerja maksimal hingga seluruh korban ditemukan. Selain pencarian, tim juga berfokus pada pendampingan dan dukungan bagi masyarakat terdampak agar dapat segera bangkit dari musibah ini.

Baca Juga: Bupati Sitaro Chyntia Kalangit Kembali Diperiksa Kejati Sulut, Datang Sebagai Saksi dan Minta Doa Proses Cepat Selesai

Banjir bandang sendiri terjadi pada Senin (5/1/2026) dini hari, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Pulau Siau selama kurang lebih lima jam.

Luapan air bercampur material lumpur dan kayu menghantam sejumlah desa dan kelurahan, merusak rumah warga serta fasilitas umum.

Pemerintah dan seluruh unsur terkait terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, sembari memastikan penanganan bencana dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan berorientasi pada keselamatan warga.

Berita Terbaru