BeritaInvestigasiNews.id. Sulut,- Para pemegang saham PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) akhirnya sepakat mempertahankan Revino Pepah sebagai Direktur Utama. Keputusan ini menegaskan kepercayaan penuh pemegang saham terhadap kepemimpinan Revino dalam membawa BSG terus bertumbuh dan berdaya saing.
Keputusan strategis tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Tahun 2026 yang digelar di Kantor Pusat BSG, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga: 65 Tahun Bank SulutGo, Dari Torang Pe Bank Menjadi Pilar Penggerak Ekonomi Sulut dan Gorontalo
RUPS ini dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE selaku Pemegang Saham Pengendali, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, perwakilan PT Mega Corpora, seluruh pemegang saham BSG, serta jajaran Komisaris dan Direksi.
Selain menetapkan Revino Pepah sebagai Direktur Utama untuk periode 2026–2031, RUPS juga menyepakati penyegaran jajaran Direksi dan Dewan Komisaris sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan strategi bisnis jangka panjang.
Salah satu wajah baru di jajaran Direksi adalah Esther C Rampengan yang dipercaya menduduki posisi Direktur Kredit. Rampengan berasal dari luar Bank SulutGo dan memiliki rekam jejak kuat di dunia perbankan nasional. Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado angkatan 1987 ini sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Pemimpin Wilayah 11 PT Bank Negara Indonesia (Persero).
Sementara itu, terjadi perubahan signifikan di jajaran Komisaris. Posisi Komisaris Utama yang sebelumnya dijabat Ramoy Markus Luntungan kini dipercayakan kepada GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado dua periode (2010–2015 dan 2016–2021).
Baca Juga: MBG Mandek di Manado, Ribuan Siswa Tak Terima Makanan Bergizi: Ke Mana Aliran Anggarannya?
Penunjukan Vicky Lumentut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat fungsi pengawasan dan sinergi pembangunan daerah.
Dalam RUPS tersebut, Direksi BSG juga memaparkan kinerja keuangan Tahun Buku 2025 yang menunjukkan tren pertumbuhan positif. Total aset BSG tercatat mencapai Rp23,6 triliun atau tumbuh sebesar 12,1396 persen secara year on year (YoY).
Dari sisi profitabilitas, BSG berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp281 miliar, tumbuh signifikan 26,64 persen YoY. Para pemegang saham pun menyepakati penetapan pembagian laba bersih sebesar 74,4 persen sebagai dividen.
Agenda RUPS turut mencakup pengesahan laporan tahunan dan Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026–2028, penetapan penggunaan laba, alokasi dana CSR dan keuangan berkelanjutan Tahun 2026, penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP), serta pengesahan setoran modal tahun 2025–2026.
Berbagai masukan strategis juga disampaikan oleh pemegang saham untuk mendorong penguatan digitalisasi layanan, peningkatan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), serta ekspansi bisnis BSG agar semakin kompetitif di tingkat regional dan nasional.
Dengan susunan pengurus baru ini, Bank SulutGo diharapkan mampu melanjutkan kinerja positif, memperkuat perannya sebagai bank daerah andalan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Editor : Kaperwil Sulut Romeo