Beritainvestigasinews.id JAKARTA – Keterlibatan ulama daerah dalam panggung strategis nasional kembali ditegaskan melalui kehadiran Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Torjun, KH Muhammad Aunul Abied Shah, dalam agenda silaturahim kebangsaan. Kyai asal Kabupaten Sampang tersebut memenuhi undangan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dalam acara buka puasa bersama yang digelar pada Senin, 23 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di rumah dinas Ketua MPR RI, kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan ini, menjadi momentum penting pertemuan antara unsur pimpinan negara dengan kalangan pesantren. Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, sejumlah tokoh nasional tampak hadir, termasuk Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) RI, Muhammad Herindra, guna membahas dinamika sosial dan persatuan bangsa.
Baca Juga: Divisi Humas Polri Gelar Sosialisasi Bahaya Radikalisme di Ponpes Bumi Sholawat Sidoarjo
Kehadiran Kyai Aunul Abied menjadi representasi penting bagi masyarakat Madura, khususnya Kabupaten Sampang, di level nasional. Pihak Pesantren Darussalam Torjun melalui keterangan resminya mengonfirmasi bahwa partisipasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara ulama dan umara (pemerintah) dalam merawat stabilitas serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam forum dialogis tersebut, Kyai Aunul menyampaikan pandangan mendalam mengenai peran sentral pesantren dalam kehidupan berbangsa. Menurutnya, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan keagamaan tradisional, melainkan pusat persemaian karakter dan penguatan nilai-nilai kebangsaan yang telah teruji oleh sejarah dalam menjaga moralitas masyarakat.
Baca Juga: Cooling System Jelang Pilkada 2024, Kapolres Kediri Kota Silaturahmi ke Ponpes Al Falah Ploso
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan nasional tidak boleh hanya bertumpu pada pendekatan struktural melalui kebijakan negara semata. Diperlukan pendekatan kultural yang menyentuh akar rumput, di mana pesantren memiliki posisi strategis untuk membangun kedewasaan sosial serta membentuk pola pikir masyarakat yang moderat dan toleran di tengah keberagaman.
Sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah dan kalangan pesantren diyakini akan memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kyai Aunul percaya bahwa kolaborasi ini mampu memperkuat ketahanan sosial, terutama di wilayah-wilayah dengan basis pendidikan Islam yang kuat, sehingga mampu menangkal potensi disintegrasi sejak dini.
Baca Juga: Cooling System, Kapolres Pamekasan Kunjungi Ponpes Miftahul Ulum Panyepen Jelang Pilkada
Pertemuan ini pun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena menunjukkan bahwa aspirasi dari pelosok daerah tetap memiliki ruang dalam percakapan kebangsaan di tingkat pusat. Dialog yang tercipta antara Ketua MPR, Kepala BIN, dan para ulama ini mencerminkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan global dengan memperkuat fondasi komunikasi lintas elemen.
Sebagai penutup, silaturahim kebangsaan ini diharapkan menjadi pemantik bagi penguatan kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis kearifan lokal. Pesan kuat dari Sampang menegaskan bahwa pesantren siap menjadi mitra aktif pemerintah, tidak hanya sebagai benteng moral di masa krisis, tetapi juga sebagai motor penggerak masa depan Indonesia yang lebih kokoh dan harmonis.
Editor : Taufik