Dipimpin Jimmy Audy Malonda, WARANEY TTL Gaungkan “Pekikkan Waraney” dan Serukan Keadilan di Tanah Toar Lumimuut

BeritaInvestigasiNews.id. Sulut,- Suasana semangat, solidaritas, dan jiwa perjuangan akan terasa berbeda di kawasan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado, Kamis (5 Maret 2026). Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Ormas Adat WARANEY TTL (Tanah Toar Lumimuut) sekaligus momentum Hari Lahir Permesta, organisasi ini menggelar aksi spontanitas bertajuk “PEKIKKAN WARANEY”, sebuah simbol suara lantang para pejuang untuk menegakkan keadilan.

‎Kegiatan yang dimulai tepat pukul 15.00 WITA ini menjadi penegasan konsistensi WARANEY TTL sebagai kekuatan moral yang terus menyuarakan aspirasi masyarakat di Tanah Toar Lumimuut. Dengan semangat kebersamaan serta jiwa patriotik yang kuat, aksi ini digelar secara sederhana namun penuh makna, mencerminkan karakter Waraney yang tegas, berani, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Baca Juga: Sekprov Sulut Masih Kosong, Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Proses Berjalan Sesuai Aturan

‎Momentum HUT ke-8 ini tidak hanya menjadi perayaan perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi refleksi atas perjuangan WARANEY TTL dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan, keadilan, serta semangat kebangsaan di Bumi Nyiur Melambai. Spirit perjuangan Permesta yang lahir dari tanah Minahasa menjadi inspirasi bahwa suara rakyat harus terus diperjuangkan demi terciptanya keadilan dan kesejahteraan bersama.

Dalam aksi tersebut, sejumlah aspirasi penting disuarakan oleh para peserta, di antaranya:

‎Meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk membersihkan oknum TNI/Polri yang diduga membekingi mafia tambang ilegal di Tanah Toar Lumimuut.‎

‎Mengharapkan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dapat memberikan solusi bagi para penambang rakyat agar hasil emas dari tanah adat mereka dapat dijual secara legal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎Menuntut perlindungan terhadap hak hidup masyarakat adat Minahasa.‎

Baca Juga: Solid dan Penuh Kekeluargaan, Waraney TTL Sampaikan Ucapan Spesial untuk Wakil Ketua Walak Malalayang

‎Mendesak aparat penegak hukum untuk membersihkan praktik mafia tambang.

‎Menyatakan penolakan terhadap kehadiran Ormas GRIB JAYA di Tanah Toar Lumimuut karena dinilai memiliki rekam jejak yang kurang baik di sejumlah daerah lain.

‎Menariknya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi sosial berupa pembagian takjil menjelang waktu berbuka puasa. Sebelum pukul 18.00 WITA, para peserta akan turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat, khususnya saudara-saudara Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.‎

‎Langkah ini menjadi bukti bahwa WARANEY TTL tidak hanya lantang dalam menyuarakan keadilan, tetapi juga hadir menjaga kerukunan antarumat beragama. Aksi sosial tersebut sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam merawat toleransi serta memperkuat persatuan di Sulawesi Utara.‎

Baca Juga: Gempa Dahsyat M 7,3 Guncang Manado, Berpotensi Tsunami: Lapangan KONI Ambruk, Satu Korban Jiwa

‎Tonaas Wangko WARANEY TTL, Jimmy Audy Malonda, turut mengimbau seluruh peserta agar kegiatan dapat berjalan dengan damai, aman, dan tertib.

‎“Kiranya kegiatan ini dapat berjalan dengan damai, aman dan tertib. Kita hadir untuk menyuarakan aspirasi dengan tetap menjaga persatuan dan ketertiban,” tegasnya.

‎Melalui aksi “PEKIKKAN WARANEY”, WARANEY TTL ingin menunjukkan bahwa solidaritas, kepedulian sosial, dan semangat menjaga harmoni merupakan fondasi utama dalam membangun daerah. Memasuki usia ke-8 tahun, WARANEY TTL menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat sekaligus merawat kebhinekaan di Tanah Toar Lumimuut yang dicintai bersama.

Editor : Kaperwil Sulut Romeo

Berita Terbaru