Pererat Sanad dan Nasab, 580 Kerabat Banu Masduqi Padati Silaturrahim ke-XII di Sampang

avatar Taufik
Caption: Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, di mana senyum serta jabat tangan hangat menjadi pemandangan utama../ Foto: (Taufik Kabiro)
Caption: Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, di mana senyum serta jabat tangan hangat menjadi pemandangan utama../ Foto: (Taufik Kabiro)

Beritainvestigasinews.id || Sampang – Suasana khidmat menyelimuti salah satu aula di Kabupaten Sampang saat ratusan pasang mata tertuju pada deretan foto tokoh besar keluarga Masduqi. Momentum yang bertepatan dengan 3 Syawal 1447 H ini menandai digelarnya Silaturrahim Banu Masduqi ke-XII, sebuah tradisi tahunan yang konsisten dijaga untuk merawat silsilah keluarga besar. Senin (23/03/2026),

​Tahun ini, keluarga besar KH. Moh. Adjmain mendapatkan kehormatan sebagai sohibul hajat atau tuan rumah pelaksana. Sebagai keturunan langsung atau nakpotonah dari Kiai Adjmain, panitia lokal sukses mengoordinasi kehadiran sekitar 580 kerabat yang datang dari berbagai daerah untuk berkumpul dalam balutan kehangatan Idul Fitri.

Baca Juga: Menjaga Marwah Ahli Ibadah, Keluarga Besar Bin Asheri Gelar Halal Bihalal dan Ziarah Kubur

​Ketua panitia pelaksana sekaligus perwakilan keluarga Kiai Adjmain, H. Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa esensi utama dari pertemuan ini adalah untuk menyambung kembali tali persaudaraan yang mungkin sempat merenggang karena jarak dan aktivitas sehari-hari."Kami menekankan pentingnya mengenal akar keluarga agar generasi muda tidak kehilangan identitas."jelas H.Wahyu Hidayat 

​H. Wahyu memaparkan bahwa tujuan mendasar dari Silaturrahim Banu Masduqi ini adalah untuk memastikan seluruh keturunan mengetahui sanad dan nasab mereka. Dengan saling mengenal, diharapkan muncul rasa kepedulian antaranggota keluarga yang kini telah tersebar di berbagai penjuru wilayah dengan beragam profesi.

Baca Juga: Penyaluran Santunan Anak Yatim Rutin Tahunan Dari Keluarga Besar Kepala Desa Cimanis, Kecamatan Sobang

​Lebih lanjut, H. Wahyu menambahkan bahwa acara ke-XII ini juga menjadi sarana untuk mengenang kembali jasa-jasa para leluhur. Menurutnya, melalui cerita dan napak tilas sejarah para sesepuh, nilai-nilai luhur dan perjuangan keluarga besar Masduqi dapat terus terpatri dalam ingatan kolektif keluarga, khususnya bagi para pemuda.

​Prosesi acara berlangsung dengan penuh kekeluargaan, diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama untuk para arwah sesepuh. Kehadiran para tokoh keluarga dan sesepuh di lokasi semakin memperkuat struktur kekeluargaan, memberikan teladan nyata bagi para cucu dan cicit tentang arti penting menjaga kerukunan.

Baca Juga: Keluarga Besar Staf dan Redaksi Media Beritainvestigasinews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2025

​Harapan besar pun disematkan pada pertemuan tahun ini. Panitia berharap agar hubungan ini tidak berhenti pada seremonial tahunan semata, melainkan berkembang menjadi aksi nyata dalam saling membantu di bidang sosial maupun ekonomi demi kemaslahatan bersama dan masyarakat luas di sekitar mereka.

​Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, di mana senyum serta jabat tangan hangat menjadi pemandangan utama. Komitmen untuk terus bersatu dan memberikan kontribusi positif bagi agama dan bangsa menjadi janji yang dibawa pulang oleh setiap kerabat Banu Masduqi yang hadir hari itu. 

Berita Terbaru