PH Living X Semut Ireng Pukau Warga dalam Parade Combodug "Atellasene Sampang 2026"

avatar Redaksi

Beritainvestigasinews.id, SAMPANG – Pemerintah Kabupaten Sampang sukses menggelar ajang bergengsi Parade Combodug 2026 yang berlangsung meriah pada Sabtu malam, 28 Maret 2026. Kegiatan yang mengusung tema "Atellasene Sampang 2026" ini menjadi magnet bagi ribuan pasang mata yang memadati pusat kota. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dumalem Sampang Jilid 5, sebuah tradisi tahunan yang dirancang khusus untuk menyambut kemenangan di penghujung bulan suci Ramadan.

Hadir langsung dalam acara tersebut, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama jajaran Forkopimda memberikan dukungan penuh terhadap kreativitas masyarakat. Kehadiran para pimpinan daerah ini menegaskan bahwa Parade Combodug bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus melestarikan budaya lokal Madura, khususnya seni musik perkusi tradisional yang menjadi identitas daerah.

Di tengah puluhan peserta yang berpartisipasi, sorotan utama tertuju pada peserta nomor urut 31, yakni kolaborasi PH Living X Semut Ireng. Penampilan mereka sukses mengundang decak kagum warga Sampang berkat harmonisasi ketukan perkusi yang bertenaga dan koreografi yang memukau. Berkat performa luar biasa tersebut, tim ini berhasil menyabet penghargaan sebagai peserta dengan performa dan perkusi terbaik dalam ajang tahun ini.

Keberhasilan PH Living X Semut Ireng tidak lepas dari dukungan solid para mitra sponsor yang menyokong penuh persiapan mereka. Nama-nama seperti Police Enjoy, Explore Sampang, Not Me, Archmal Design, Dont KT, Pria Misterius, hingga GLC turut andil di balik layar dalam memastikan aspek visual dan teknis penampilan nomor urut 31 tampil maksimal di hadapan dewan juri dan masyarakat luas.

Adis, salah satu kru dari PH Living Kamboja X Semut Ireng, mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, apresiasi berupa "acungan jempol" dari penonton dan penghargaan dari panitia adalah buah dari kerja keras serta latihan intensif yang mereka lakukan demi memberikan penampilan terbaik bagi Bumi Bahari. Ia merasa kolaborasi ini telah berhasil menyatukan visi seni yang kuat.

Lebih lanjut, Adis berharap agar kerja sama yang solid antara PH Living Kamboja dan Semut Ireng dapat terus terjaga di masa depan. Baginya, sinergi ini merupakan contoh nyata bagaimana kolaborasi antar komunitas dapat menghasilkan karya yang berkualitas tinggi. Ia menginginkan agar semangat kekeluargaan ini tidak luntur meski kompetisi telah usai, demi kemajuan seni musik tradisional di Kabupaten Sampang.

Adis juga menaruh harapan besar agar pemerintah daerah terus konsisten menyediakan wadah bagi para seniman perkusi. Dengan adanya panggung seperti Parade Combodug, kreativitas pemuda Madura diharapkan dapat terus berkembang dan bertransformasi menjadi potensi wisata budaya yang mampu menarik wisatawan dari luar daerah, sehingga tradisi "Dumalem" tetap lestari dari generasi ke generasi.

Parade ditutup dengan penyerahan penghargaan dan antusiasme warga yang bertahan hingga akhir acara. Suksesnya gelaran "Atellasene Sampang 2026" ini membuktikan bahwa semangat kolaborasi dan kecintaan terhadap budaya lokal tetap menjadi fondasi kuat bagi masyarakat Sampang dalam merayakan hari kemenangan dengan cara yang positif dan edukatif.

 

Redaksi

Berita Terbaru