Wali Murid SD Muhammadiyah Tanjung Sesalkan Kualitas Menu Makan Bergizi Gratis, Diduga Tak Sesuai Anggaran

avatar Berita Investigasi
Caption Foto: Porsi makanan yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran
Caption Foto: Porsi makanan yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran

Beritainvestigasinews.id || Sampang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Muhammadiyah Tanjung, Kabupaten Sampang, mendadak jadi sorotan setelah seorang wali murid mengeluhkan porsi makanan yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran Rp15.000 per porsi. Melalui unggahan media sosial yang viral, terlihat menu dalam nampan stainless hanya berisi nasi, telur, tempe, kangkung, dan jeli, yang setelah diestimasi secara mandiri oleh warga hanya bernilai sekitar Rp6.000 saja.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja penyedia makanan, yakni SPPG Babur Rizki 2, yang dianggap tidak maksimal dalam menyajikan menu sehat. Ia merasa porsi yang diterima anaknya terlalu minim dan tidak mencerminkan standar gizi yang diharapkan dari program strategis pemerintah pusat tersebut.

Baca Juga: Kualitas Menu Unggul, Dapur SPPG Dalpennang Sampang "ACA Catering" Raih Apresiasi

"Kami sangat menyesalkan adanya ketimpangan antara anggaran yang besar dengan realita makanan yang diterima anak-anak di sekolah. Jika dihitung harga bahan pokok di pasar, menu yang terdiri dari nasi, telur, dan sedikit sayur itu jauh sekali dari angka lima belas ribu rupiah," katanya dengan nada kecewa saat dikonfirmasi pada Sabtu (04/04).

Lebih lanjut, wali murid tersebut menjelaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bermaksud untuk menjatuhkan program pemerintah, melainkan sebagai bentuk fungsi kontrol masyarakat agar anggaran tepat sasaran. Ia menyoroti peran tukang masak atau pihak ketiga yang seharusnya mampu menyajikan menu lebih variatif dan bergizi seimbang sesuai alokasi dana yang tersedia.

Baca Juga: MBG SDN Rongtengah 2 Sampang Diduga Berulat, Penyaluran Program dan Pengawasan Kualitas Makanan di Pertanyakan

"Seharusnya pihak pengelola, dalam hal ini SPPG Babur Rizki 2, lebih transparan dan memperhatikan kualitas rasa serta gizi. Jangan sampai anggaran yang sudah ditetapkan untuk kesejahteraan siswa justru menyusut di tengah jalan sehingga porsinya menjadi sangat memprihatinkan," ungkapnya.

Wali murid tersebut juga meminta agar instansi terkait, baik dinas pendidikan maupun satgas yang mengawasi program MBG, segera melakukan audit dan evaluasi mendalam di lapangan. Hal ini dianggap penting untuk memastikan bahwa setiap sekolah mendapatkan perlakuan dan standar kualitas makanan yang sama tanpa ada oknum yang mengambil keuntungan sepihak.

Baca Juga: Dugaan Monopoli Pasokan Bahan Pangan oleh Kepala SPPG di Sumberanyar Paiton Tuai Sorotan

"Kami berharap pemerintah daerah tidak tutup mata dengan keluhan ini, karena jika terus dibiarkan, tujuan utama untuk mencerdaskan anak bangsa melalui gizi yang baik tidak akan pernah tercapai maksimal," tambahnya kembali saat menjelaskan dampak jangka panjang bagi para siswa.

Menanggapi gejolak di media sosial tersebut, masyarakat kini menunggu langkah nyata dari pihak pengelola SPPG Babur Rizki 2 dan otoritas setempat untuk memberikan klarifikasi. Transparansi pengelolaan dana program makan gratis ini menjadi kunci utama agar kepercayaan wali murid tetap terjaga demi keberlangsungan program di masa mendatang.

Editor : Redaktur

Berita Terbaru