Beritainvestigasinews.id, Surabaya – Wacana kepemimpinan berbasis proses dan kesetaraan kembali mengemuka. Kali ini disuarakan oleh Abi Munif melalui sebuah narasi visual yang beredar di media sosial.
Dalam pesannya, Abi Munif mengangkat pemikiran filsuf John Locke tentang teori tabula rasa, yang menyatakan bahwa manusia lahir tanpa membawa ide atau pengetahuan bawaan. Ia menekankan bahwa kualitas seseorang, termasuk dalam kepemimpinan, terbentuk melalui pengalaman, proses belajar, serta kesadaran empiris.
“Manusia ibarat kertas putih yang harus ditempa. Pengetahuan dan gagasan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang,” demikian inti pesan yang disampaikan.
Abi Munif juga menegaskan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Menurutnya, proses belajar, evaluasi diri, dan pengalaman menjadi kunci dalam membangun kapasitas serta integritas seorang pemimpin.
Lebih jauh, ia menyinggung kebutuhan Kota Surabaya akan figur pemimpin baru yang dinilai mampu menjawab tantangan zaman. Ia menyebut Surabaya memerlukan sosok pemimpin yang tidak hanya memahami arah kebijakan, tetapi juga mampu membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat.
“Surabaya butuh pemimpin representatif yang memahami kearifan lokal serta mengedepankan kepemimpinan yang egaliter,” tegasnya.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai bagian dari dinamika wacana politik lokal yang mulai mengarah pada kebutuhan regenerasi kepemimpinan. Meski tidak secara eksplisit menyatakan sikap politik praktis, narasi yang disampaikan mengandung pesan kuat tentang pentingnya perubahan pola kepemimpinan yang lebih inklusif dan berbasis proses.
Diketahui, Abi Munif saat ini menjabat sebagai Dewan Kehormatan Etik MADAS dan aktif menyuarakan gagasan terkait pembangunan karakter kepemimpinan, khususnya di tingkat daerah.
Red
Editor : Nugik Ramadhan