BeritaInvestigasiNews.id. Manado,- Suasana duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Manado, setelah seorang bayi berusia lima bulan harus meregang nyawa dalam kecelakaan tragis di kawasan Karombasan, Sabtu dini hari (18/04/2026).
Bayi malang bernama Cencen Panggula menjadi korban saat berada dalam perjalanan bersama keluarganya menuju Minahasa Selatan untuk menghadiri pemakaman kerabat. Mobil Toyota Calya yang mereka tumpangi terlibat tabrakan keras dengan kendaraan dari arah berlawanan di sekitar Polsek Wanea.
Baca Juga: Kapolda Sulut Tarik Kasus Drag Race Maut Kotamobagu: Jika Ada Unsur Pidana, Kami Tindak!
Benturan hebat yang terjadi di waktu sunyi itu sontak mengundang warga sekitar keluar rumah untuk memberikan pertolongan. Namun, upaya penyelamatan tidak mampu menyelamatkan nyawa sang bayi. Selain korban meninggal, lima orang lainnya dilaporkan mengalami luka serius dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Di tengah duka yang mendalam, tragedi ini tidak hanya menyisakan kesedihan, tetapi juga memicu sorotan publik yang luas. Beredar kabar bahwa pengemudi kendaraan lawan berinisial AM diduga dalam kondisi mabuk saat kejadian. Lebih jauh, muncul dugaan bahwa yang bersangkutan merupakan anak dari seorang pejabat tinggi di lingkungan Bawaslu Sulut dan KPID Sulut.
Baca Juga: Dinilai Presisi dan Tanpa Sekat, Kapolres Boltim AKBP Golfried Pakpahan Tuai Apresiasi KBPP Polri
Isu tersebut memperkeruh suasana, terlebih setelah keluarga korban mengungkapkan kekecewaan mereka. Mereka menyoroti minimnya keterbukaan informasi serta dugaan hilangnya dokumentasi dan jejak digital pelaku di media sosial, yang memunculkan kecurigaan publik akan adanya upaya pengaburan fakta.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan serta memastikan pihak yang harus bertanggung jawab. Namun, publik menuntut lebih dari sekadar proses hukum biasa, mereka menginginkan penanganan yang jujur, transparan, dan bebas dari intervensi kekuasaan.
Baca Juga: Dedy Rundengan Tegaskan WPR Harus Berangkat dari Keberadaan Tambang Rakyat
Tragedi ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum. Di satu sisi, ada nyawa tak berdosa yang melayang. Di sisi lain, ada kepercayaan publik yang dipertaruhkan. Masyarakat kini menanti, apakah keadilan benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu, atau justru kembali tumpul ke atas.
Editor : Romeo