Beritainvestigasinews.id || Sampang – Pelaksana proyek pembangunan Puskesmas Karang Penang, CV Prabu Alam, bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait kerusakan di sejumlah titik bangunan yang sempat viral di media sosial. Langkah perbaikan langsung dilakukan pada Sabtu (25/4/2026) sebagai bentuk tanggung jawab karena fasilitas kesehatan tersebut masih dalam masa pemeliharaan pasca pengerjaan pada tahun 2025 lalu.
Direktur CV Prabu Alam, Febri Yosar Yonaika, menjelaskan bahwa pihaknya tidak menunggu lama untuk menerjunkan tim ke lokasi begitu menerima informasi mengenai kerusakan plafon dan tangga teras. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa gedung Puskesmas tetap berada dalam kondisi prima sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak terganggu oleh masalah teknis bangunan.
Baca Juga: Proyek Alun-Alun Sidoarjo Molor, Bupati Subandi Beri Peringatan Keras
“Begitu ada informasi, kami langsung turun tangan. Ini bagian dari tanggung jawab kami agar fasilitas ini tetap layak digunakan masyarakat,” katanya saat ditemui di sela-sela peninjauan perbaikan.
Febri memaparkan secara detail mengenai kerusakan pada bagian list plafon yang sempat dikhawatirkan warga akan ambruk. Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kegagalan struktur, melainkan hanya perekat atau lem pada bagian list yang terlepas akibat faktor cuaca atau penyusutan material, sehingga penanganan yang dilakukan adalah memperkuat kembali sambungan tersebut.
Baca Juga: Aroma Korupsi Tercium, Polda Sulut Diminta Periksa Proyek Jamban di Desa Kumu, Kecamatan Tombariri
“List plafon itu bukan retak, hanya lemnya yang lepas. Kami langsung perbaiki dengan lem ulang dan diperkuat baut agar benar-benar aman bagi siapa saja yang berada di bawahnya,” ungkapnya dengan lugas.
Mengenai keretakan pada tangga teras belakang, Febri memberikan klarifikasi menarik bahwa infrastruktur tersebut sebenarnya tidak termasuk dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) kontrak proyek utama. Tangga tersebut dibangun murni sebagai inisiatif tambahan dari pihak penyedia jasa guna memberikan kemudahan akses bagi pasien maupun pengunjung yang datang dari arah belakang gedung.
Baca Juga: Jaringan Anti Rasuah Jawa Timur Desak Polda Jatim Untuk Tetapkan Tersangka Proyek Lapen Sampang
“Memang tangga itu tidak masuk RAB. Kami buat sendiri agar masyarakat punya akses lebih mudah dari belakang. Walaupun begitu, tetap kami perbaiki agar tetap kokoh dan aman digunakan oleh warga,” tuturnya menjelaskan komitmen perusahaan.
Menutup keterangannya, Febri menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada warga yang aktif melakukan pengawasan terhadap kualitas bangunan pemerintah. Baginya, kritik dan masukan dari masyarakat di media sosial adalah kontrol sosial yang positif yang membantu pihak kontraktor untuk segera menyempurnakan hasil pekerjaan demi kepentingan publik di Kabupaten Sampang
Editor : Taufik