Beritainvestigasinews.id || Sampang – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026, menjadi momentum krusial bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sampang untuk memperkuat kolaborasi demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perayaan yang bertepatan dengan hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara ini difokuskan pada penguatan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih bermutu dan inklusif di tingkat nasional maupun daerah.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sampang, Muzakki, menyatakan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini tidak boleh hanya dipandang sebagai rutinitas seremoni tahunan yang bersifat simbolis. Menurutnya, esensi terdalam dari peringatan ini adalah sebagai pengingat kolektif bagi semua pihak bahwa pendidikan merupakan pondasi tunggal dan utama dalam membangun masa depan bangsa yang berkelanjutan.
Baca Juga: Perkuat Transformasi Pendidikan, PGRI Kedundung Kukuhkan Pengurus Ranting Masa Bhakti 2025–2030
"Makna Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa pendidikan adalah pondasi utama menuju masa depan bangsa," katanya saat memberikan keterangan terkait relevansi nilai-nilai perjuangan tokoh pendidikan nasional di era modern.
Muzakki juga menambahkan bahwa untuk mencapai target Indonesia Maju, fokus utama yang harus digarap saat ini adalah peningkatan kapasitas dan kompetensi para tenaga pendidik di lapangan. Ia menilai bahwa tanpa adanya guru yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan zaman, maka visi besar transformasi pendidikan akan sulit diwujudkan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Sampang.
Baca Juga: Uci Sauci, S.Pd Terpilih sebagai Ketua PGRI Kecamatan Cikeusik Periode 2025 2030
"Ketua PGRI Kabupaten Sampang berupaya meningkatkan mutu guru dengan Guru Bermutu Indonesia Maju," ungkapnya menjelaskan arah kebijakan organisasi profesi guru yang dipimpinnya tersebut.
Selain fokus pada mutu guru, ia menekankan pentingnya sinergi antara guru, pemerintah daerah, dan orang tua dalam mendukung program-program pendidikan nasional yang sedang berjalan. Kolaborasi ini dianggap vital untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pendidikan yang turun ke daerah dapat diimplementasikan dengan baik dan tepat sasaran bagi siswa di pelosok desa.
Muzakki berharap melalui momentum Hardiknas 2026, kesejahteraan dan perlindungan terhadap guru juga semakin diperhatikan seiring dengan tuntutan peningkatan kualitas yang diberikan. Hal ini sangat diperlukan agar para pendidik dapat berkonsentrasi penuh dalam menjalankan peran mereka sebagai garda terdepan pencerdas kehidupan bangsa.
Peringatan Hardiknas di Kabupaten Sampang sendiri diwarnai dengan berbagai refleksi mengenai capaian pendidikan di daerah selama setahun terakhir. Agenda ini diharapkan mampu memicu semangat baru bagi para pegiat pendidikan untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks di masa depan.
Editor : Taufik