SMAN 9 Manado Disorot Soal Dana BOS, Hendra Massie Pastikan Semua Sudah Diperiksa BPK

avatar Kaperwil Sulut Romeo

BeritaInvestigasiNews.id,- Manado,- Kepala Sekolah SMAN 9 Manado, Hendra Jonna Massie SPd, akhirnya angkat bicara terkait tudingan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menilai sekolahnya tidak transparan dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dengan tegas, Hendra membantah seluruh tudingan tersebut dan memastikan pengelolaan anggaran di sekolah berjalan terbuka serta sesuai prosedur.

Bahkan, untuk membuktikan keterbukaannya, Hendra mengaku pernah mengajak wartawan melihat langsung isi brankas sekolah guna memastikan tidak ada uang yang disembunyikan.

“Silakan lihat sendiri. Ada sembilan wartawan pernah masuk bersama saya dan membuka brankas. Memang itu tempat menyimpan uang, tapi tidak ada yang kami sembunyikan,” ujar Hendra.

Persoalan ini bermula ketika sejumlah LSM mengajukan permintaan dokumen keuangan sekolah melalui surat-menyurat. Namun menurut Hendra, pihak yang meminta dokumen tidak pernah datang langsung ke sekolah untuk melakukan klarifikasi ataupun koordinasi resmi.

“Kalau mereka datang langsung, kami pasti layani. Tapi selama ini hanya lewat surat. Kadang surat sampai ke meja saya, kadang tidak,” katanya.

Hendra juga menjelaskan alasan ketidakhadirannya dalam sidang yang sebelumnya digelar terkait persoalan tersebut. Saat itu, dirinya sedang menjalankan tugas penting mengantar Tim Indonesia ke Riyadh, Arab Saudi, dalam ajang Indonesian Islamic Game. Di waktu bersamaan, ia juga mendapat undangan resmi dari Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara terkait pembahasan sistem penerimaan murid baru.

“Saya datang sekitar jam 1.30, tapi sidang sudah selesai dan keputusan sudah dibacakan,” jelasnya.

Dalam putusan sidang tersebut, dokumen yang diminta diketahui merupakan laporan dana BOS tahun anggaran 2023-2024. Hendra menegaskan bahwa dirinya baru menjabat sebagai Kepala SMAN 9 Manado pada tahun 2025, sehingga dokumen yang dimaksud berasal dari masa sebelum kepemimpinannya.

“Bukan berarti saya menutupi. Itu dokumen sebelum saya menjabat,” tegasnya lagi.

Terkait pengelolaan dana BOS tahun 2025, Hendra memastikan seluruh rekapitulasi penggunaan anggaran telah dipublikasikan secara terbuka dan dapat dilihat masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa seluruh dokumen keuangan sekolah telah melalui pemeriksaan Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk periode 2020 hingga 2025 tanpa adanya temuan.

“Kami sudah diperiksa BPK dan hasilnya bersih, tidak ada temuan,” ungkapnya.

Menurut Hendra, sekolah juga tidak dapat sembarangan menyerahkan dokumen kepada pihak tertentu tanpa mengikuti mekanisme resmi yang berlaku. Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pemeriksaan dan permintaan dokumen anggaran harus melalui Pemerintah Provinsi dan Inspektorat.

“Semua dokumen itu ada di Inspektorat. Jadi kalau meminta dokumen, harus lewat jalur resmi, bukan langsung ke sekolah,” katanya.

Meski demikian, Hendra mengaku tetap membuka ruang komunikasi dan telah berupaya menghubungi pihak LSM untuk menyerahkan dokumen yang menjadi kewajiban sekolah. Namun dirinya memilih seluruh proses dilakukan secara formal dan di tempat resmi.

“Hari Jumat saya siap membawa dokumen secara resmi ke kantor mereka atau melalui Inspektorat. Saya tidak mau pertemuan di luar kantor karena itu tidak resmi,” pungkasnya.

Sebagai bentuk keterbukaan kepada publik, pihak SMAN 9 Manado juga mempersilakan masyarakat melihat langsung rekapitulasi penggunaan dana BOS yang dipajang terbuka di lingkungan sekolah.

Berita Terbaru