Kunjungi Desa Sejati, Mensos Gus Ipul Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat Berjalan Lancar

avatar Taufik
Caption Foto: Kemensos RI Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Sampang - Madura,
Caption Foto: Kemensos RI Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Sampang - Madura,

Beritainvestigasinews.id || Sampang – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melakukan peninjauan pembangunan program Sekolah Rakyat di Desa sejati Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, Minggu (10/5/2025).

Kegiatan peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana, sekaligus melihat kesiapan sarana dan prasarana yang nantinya akan digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar.

Baca Juga: Mendikdasmen Letakkan Batu Pertama Jembatan Ihdinas Sirotol Mustakim di Sampang

Selain fokus pada pendidikan formal, sekolah tersebut juga dirancang untuk membentuk karakter, keterampilan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Dalam kunjungannya, kementrian Sosial republik Indonesia (Keminsos) RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Madura diharapkan mampu menjadi solusi bagi anak-anak yang mengalami keterbatasan akses pendidikan, terutama di wilayah pedesaan dan pelosok.

“Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi wadah pendidikan yang inklusif dan mampu membantu masyarakat kurang mampu agar mendapatkan hak pendidikan yang sama,” ujar salah satu perwakilan Kemensos saat meninjau lokasi pembangunan.

Baca Juga: Polres Nganjuk Raih Penghargaan IKPA Terbaik di Lingkup Polri tahun 2023 Dari Kementrian Keuangan RI

Alhamdullah saya dapat penjelasan dari teman teman yang melaksanakan pembangunan semunya diharapkan sesui target, targetnya adalalah akhir bulan juni selesai

"Saya ingin memastikan pembangunan gedung permanin di kabupaten sampang berjalan dengan baik dan lancar sesui target," Pungkasnya. Gus Ipul sapaan Akrabnya.

Yang jelas gedung ini bisa menampung 1000 siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA Khusus bagi keluarga keluarga tidak mampu 

"Kita ingin dalam proses penjangkauan ini tidak ada titipan dan kong kalikong, Bayar membanyar, tidak ada yang katalanlah KKN," Tegasnya.

Berita Terbaru