Beritainvestigasinews.id, Kupang – Pengurus Ikatan Arema NTT mendatangi lima warga asal Malang yang terdampar di Kota Kupang setelah ditelantarkan saat bekerja di Alor. Pertemuan berlangsung di Mushola Al Barokah, Kecamatan Alak, Senin 9/6/2026.
Kelima warga tersebut adalah Nursidin 41 tahun, Asrofi 47 tahun, Moh Rian 20 tahun, Devi Martalia 41 tahun, dan Alnizar Habibi 12 tahun. Saat ini mereka sementara menumpang di mushola sambil menunggu kepastian keberangkatan ke Surabaya menggunakan kapal laut.
Ketua Ikatan Arema NTT A. Haris mengatakan kedatangannya bersama jajaran pengurus untuk memastikan kondisi dan memberikan dukungan moral kepada sesama warga Malang.
“Kami dapat informasi ada warga Malang yang terdampar di Kupang, langsung koordinasi dengan pengurus. Hari ini saya bersama Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Kabid Humas datang bertemu langsung. Mereka berniat pulang ke Surabaya lewat jalur laut. Kami berikan dukungan moral dan bantuan sekadarnya, semoga bermanfaat,” ujar A. Haris.
Ia juga mengapresiasi relawan K2S Korwil Alak dan pengurus Mushola Al Barokah yang telah menampung kelima warga tersebut.
“Atas nama Ikatan Arema NTT, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Dono dan pengurus Tamir Mushola Al Barokah yang bersedia menampung saudara-saudara kami ini sampai berangkat ke Surabaya. Sebagai komunitas warga Malang, kami wajib hadir meski hanya bersilaturahmi dan membantu sesuai kemampuan,” tambahnya.
Turut mendampingi A. Haris, Wakil Ketua Sam Bravo, Bendahara Sam Slamet, Sekretaris Alvin, dan Kabid Humas Arifin.
ARIFIN
Editor : Yayuk