Komitmen Keselamatan Jadi Prioritas, PT MSM Bangun Akses Alternatif Saat Ruas Jalan Mengalami Penurunan

avatar Kaperwil Sulut Romeo

BeritaInvestigasiNews.id. Sulut,- PT Meares Soputan Mining (MSM) menegaskan bahwa kondisi penurunan badan jalan pada ruas yang terdampak longsor telah terpantau sejak tahun lalu dan bukan merupakan peristiwa yang terjadi secara mendadak. Perusahaan bahkan telah melakukan pemantauan intensif serta berkoordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait jauh sebelum kondisi jalan mengalami kerusakan yang lebih parah.

External Relation Department Head PT MSM, Hery Rumondor, menjelaskan bahwa hampir satu tahun terakhir tidak terdapat aktivitas penambangan di lokasi yang berdekatan dengan area longsor. Karena itu, menurutnya, perlu adanya pemahaman yang objektif dan berbasis fakta terkait penyebab terjadinya penurunan badan jalan tersebut.

Baca Juga: 10 Excavator Diamankan, Publik Tagih Pengungkapan Pemilik dan Pengendali PETI Garini

“Perusahaan telah memonitor kondisi ruas jalan ini sejak Oktober tahun lalu. Penurunan jalan sebenarnya sudah terjadi sejak tahun lalu dan hal tersebut juga telah kami sampaikan kepada pemerintah,” ujar Hery.

Sebagai perusahaan yang mengedepankan aspek keselamatan dan tanggung jawab sosial, PT MSM terus memantau perkembangan kondisi jalan yang mulai menunjukkan gejala penurunan sejak 2025. Memasuki akhir Mei 2026, kondisi tersebut semakin memburuk hingga ruas jalan dinilai tidak lagi aman untuk dilalui kendaraan.

Atas dasar pertimbangan keselamatan pengguna jalan, PT MSM bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara mengambil langkah cepat dengan menutup akses pada ruas yang terdampak dan mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif yang telah dipersiapkan.

“Karena kondisi jalan sudah tidak dapat dilalui, maka perusahaan atas izin dan koordinasi dengan BPJN Sulut menutup akses jalan tersebut dan mengalihkan arus kendaraan ke jalan sementara yang telah disiapkan,” jelasnya.

Baca Juga: Dugaan Tambang Ilegal, WNA, dan Beking APH: Modayag Menunggu Aksi Nyata Penegak Hukum

Komitmen PT MSM dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat juga diwujudkan melalui pembangunan jalan alternatif sepanjang 3,1 kilometer dengan spesifikasi teknis sesuai standar Bina Marga. Infrastruktur tersebut dibangun perusahaan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan meski terjadi gangguan pada jalur utama.

Menariknya, jalan alternatif tersebut telah dipinjamkan kepada Balai Jalan untuk digunakan sebagai jalur sementara selama proses penanganan ruas jalan yang mengalami penurunan berlangsung.

“PT MSM telah membangun jalan dengan spesifikasi teknis Bina Marga sepanjang 3,1 kilometer. Jalan ini sudah dipinjamkan kepada Balai Jalan, namun dalam operasionalnya masih dihalang-halangi oleh sekelompok warga,” ungkap Hery.

Baca Juga: Pricilia Rondo dan Jein Laluyan Kawal Keamanan Publik, Dukung Polda Sulut Berantas Kriminalitas

PT MSM berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung upaya-upaya penanganan yang tengah dilakukan demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas ekonomi maupun sosial masyarakat. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan instansi terkait dalam mencari solusi terbaik hingga penanganan permanen dapat direalisasikan.

Dengan langkah antisipatif yang telah dilakukan sejak dini, PT MSM menilai keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama, sembari menunggu tindak lanjut teknis dari pihak berwenang terhadap kondisi ruas jalan yang terdampak longsor tersebut.

Berita Terbaru