Beritainvestigasinews.id || Sampang – Isu miring mengenai dugaan skandal asmara yang menyeret dua pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, akhirnya ditepis keras oleh kedua belah pihak yang bersangkutan pada Rabu (10/06/2026) malam.
Langkah tegas ini diambil oleh Kepala SPPG Banyuanyar 05 berinisial F dan staf akuntansi SPPG Kemala Bhayangkari berinisial NA untuk meredam rumor liar di tengah masyarakat sekaligus meluruskan bahwa koordinasi yang mereka lakukan selama ini murni demi kelancaran Program Makan Bergizi Gratis.
Baca Juga: N'dia Beauty Care Aesthetic Clinic dan Salon Klarifikasi Produknya Telah Berijin BPOM
Saat dikonfirmasi oleh awak media, F secara terbuka langsung membantah dan menepis semua tuduhan miring yang dialamatkan kepada dirinya. Ia menyatakan bahwa kabar yang berkembang sama sekali tidak berdasar dan menegaskan komitmennya sebagai pendatang untuk selalu menjaga marwah institusi tempatnya mengabdi.
“Saya pastikan dugaan atau tuduhan itu tidak benar. Sama sekali tidak pernah ada skandal asmara dengan siapa pun. Apalagi saya ini pendatang di Sampang, tentu saya sangat menjaga nama baik diri dan instansi,” katanya.
Lebih lanjut, F menjelaskan bahwa setiap aktivitas kunjungan maupun pertemuan dengan pihak SPPG Kemala Bhayangkari dilakukan atas dasar undangan resmi dari kepala satuan pelayanan setempat. Pertemuan tersebut diagendakan secara formal sebagai wadah diskusi teknis dan koordinasi antar-satuan pelayanan demi menyukseskan program pemenuhan gizi di daerah tersebut.
“Selama ini saya datang atas undangan Kepala SPPG setempat. Beliau membutuhkan arahan karena saya sudah lebih dulu bertugas di Sampang. Sebagai sesama pengelola Program Makan Bergizi Gratis, koordinasi antar-satuan pelayanan adalah hal yang wajar demi kelancaran program. Beliau pun sering meminta masukan soal teknis operasional,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, NA selaku staf akuntansi SPPG Kemala Bhayangkari juga memberikan pernyataan serupa guna membersihkan nama baiknya dari spekulasi publik. Dirinya dengan tegas menyatakan di hadapan media bahwa relasi yang terbangun di antara mereka sama sekali tidak melanggar batas-batas profesionalisme kerja.
“Saya tegaskan, isu dugaan skandal asmara itu tidak benar. Hubungan kami murni sebatas rekan kerja sesama pengurus SPPG, tidak ada hal lain di luar itu,” jelasnya.
Pada bagian akhir penjelasannya, NA membeberkan alasan mendasar di balik intensnya komunikasi mereka, yakni demi melakukan studi banding dan adopsi manajemen dapur dari SPPG Banyuanyar yang dikenal berprestasi. Upaya serap ilmu tersebut dilakukan semata-mata demi mendongkrak mutu pelayanan gizi di tempat kerjanya agar mampu memberikan output yang maksimal bagi masyarakat Sampang.
“Dapur SPPG Banyuanyar memang sudah terkenal kinerjanya bahkan pernah meraih penghargaan. Sebagai bagian dari tim di sini, saya berkewajiban membawa SPPG Kemala Bhayangkari menjadi dapur yang terbaik. Itulah alasan utama kami sering berkoordinasi, bukan hal lain,” pungkasnya.
Editor : Taufik