Balita 15 Bulan di Sampang Berjuang Melawan Jantung Bocor dan Liver, Butuh Uluran Tangan Dermawan

avatar Berita Investigasi
Caption Foto: Seorang balita berusia 15 bulan bernama Hamzah, Berjuang keras melawan komplikasi penyakit kronis berupa jantung bocor dan gangguan liver.
Caption Foto: Seorang balita berusia 15 bulan bernama Hamzah, Berjuang keras melawan komplikasi penyakit kronis berupa jantung bocor dan gangguan liver.

BeritaInvestigasiNewd.Id || Sampang – Seorang balita berusia 15 bulan bernama Hamzah, warga Jalan Permata, Kelurahan Banyuanyar, Kabupaten Sampang, saat ini harus berjuang keras melawan komplikasi penyakit kronis berupa jantung bocor dan gangguan liver.

Kondisi kesehatan putra dari Ibu Uswatun Hasanah ini kian memprihatinkan lantaran tumbuh kembangnya terhambat drastis hingga berat badannya kini hanya mencapai 5 kilogram, serta sangat membutuhkan bantuan uluran tangan dari para dermawan untuk memenuhi kebutuhan pengobatan dan asupan nutrisi khusus.

Baca Juga: Uluran Tangan Jenderal Sigit Kepada Mahasiswa Korban Jeratan Kabel Optik

​Orang tua balita, Uswatun Hasanah menceritakan bahwa selain mengalami kebocoran pada jantung, putra kecilnya tersebut juga mengalami kondisi tubuh menguning akibat komplikasi penyakit liver yang dideritanya.

Menurut penuturannya, keterbatasan ekonomi menjadi faktor utama yang membuat pihak keluarga kesulitan untuk memberikan penanganan medis yang optimal dan rutin di rumah sakit bagi sang buah hati.

​"Saat ini anak saya Hamzah sedang berjuang melawan penyakit jantung bocor, kondisi tubuhnya juga kuning karena ada penyakit liver, sehingga berat badannya sangat jauh dari normal dan sekarang hanya 5 kilogram," katanya dengan nada lirih saat dikonfirmasi, Senin (15/06/2026).

​Uswatun melanjutkan penjelasannya terkait kondisi penanganan medis Hamzah yang rupanya sudah terputus dari perawatan rumah sakit sejak sang anak masih berusia 4 bulan.

Selain karena terkendala faktor biaya operasional yang sangat tinggi, pihak keluarga juga mengaku sempat mengalami trauma psikologis selama menjalani proses perawatan medis kedokteran di masa lalu.

​"Sejak usia empat bulan adek sudah putus berobat ke rumah sakit karena salah satu faktornya adalah biaya dan ada rasa trauma, sehingga sekarang kami hanya bisa mengupayakan berobat jalan alternatif seadanya di rumah," ungkapnya.

​Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa saat ini Hamzah sangat membutuhkan asupan susu khusus tinggi kalori guna membantu mengejar ketertinggalan tumbuh kembangnya yang sudah sangat jauh dibanding anak-anak seusianya. Namun, harga susu khusus tersebut mencapai Rp300.000 per kaleng, sebuah nominal yang dirasa sangat berat dan sulit dijangkau oleh pihak keluarga dalam kondisi ekonomi saat ini.

​"Untuk membantu tumbuh kembangnya yang sangat jauh sekali, adek membutuhkan susu tinggi kalori seharga 300 ribu rupiah per kalengnya, dan kami kesulitan untuk terus memenuhinya," tuturnya berharap ada pihak yang peduli.

​Pihak keluarga kini hanya bisa pasrah sekaligus terus mengetuk pintu hati masyarakat, komunitas kemanusiaan, maupun pemerintah daerah agar sudi memberikan donasi dan bantuan dalam bentuk apa pun demi kelanjutan hidup Hamzah.

Kehadiran para dermawan sangat diharapkan agar balita penyerang penyakit kronis ini bisa kembali mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan mendapatkan perawatan yang layak.

Berita Terbaru